135 views

Polri Kaji Pasal Pidana Penyebar Spanduk Provokativ

JAKARTA – Polri tengah mengkaji pasal pidana yang dapat menjerat pelaku pemasangan spanduk bernada provokasi tolak menyalatkan jenazah pendukung penoda agama yang tersebar di sejumlah wilayah DKI Jakarta.

“Kita tengah melakukan kajian hukum, tapi itu sifatnya mengarah pada provokasi dan menyebar kebencian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Hotel Brobudur, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).

Menurutnya, pemasang spanduk bernada provokasi itu baru bisa dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sebab, spanduk tersebut juga tersebar melalui media sosial.

“Karena kan ini ada yang di-upload ke sosmed (sosial media). Kalau di sosmed kita kan juga sudah ada undang-undang sendiri yakni Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang sudah direvisi. Kalau kata-kata bermuatan SARA itu ada di Pasal 28 Ayat (2). Itu kan undang-undang lex spesialis karena konten tidak hanya di tempat tertentu tapi juga disebarluaskan di media sosial,” ulasnya.

Sementara, Polri tengah melakukan pemetaan siapa orang menyebarkan spanduk itu di media sosial.

“Kita belum dapat sumbernya, tapi kita sedang petakan. Di mana yang paling dominan, di mana titik-titik yang banyak ditempatkan kita sedang usut termasuk yang menyebarluaskan melalui media sosial,” tukasnya.

 

(Sudarsi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *