137 views

Jalan rusak,pemicu Rawan Begal

Media Abpedsi
Metro- Sejumlah warga mengaku kerap khawatir saat melintas di jalan Proklamasi Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat. Jalan yang menghubungkan antara desa Mulyosari bedeng 16A dengan m desa Sumbersari bedeng 27 tersebut nampaknya menghawatirkan pasalnya selain berlubang jalan tersebut tidak memiliki lampu jalan.

Kondisi jalan yang miris tersebut nampaknya yang membuat tindak pembegalan sepeda bermotor kerap terjadi. Pengguna jalan harus melintas dengan perlahan karena banyak jalan yang berlubang dan jalan yang gelap.

Selain menghubungkan desa Sumbersasi, jalan Proklamasi tersebut juga menghubungkan desa Depokrejo, dan Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

Menurut Hayat, salah satu warga desa Depok Rejo, mengatakan, “Belum lama ini sodara saya kena begal di jalan itu mas, seusai pulang sekolah, tidak hanya itu saja menurut laporan warga ada salah satu warga yang berhasil lolos dari aksi pembegalan,” ujarnya.

Meskipun panjang jalan tersebut hanya berkisar 1 kilo meter nampaknya jalan tersebut memang menjadi jalan alternatif bagi warga yang melintas.

Selain aksi pembegalan, akibat gelapnya kondisi jalan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan tunggal. “Dulu pernah ada yang kecelakaan di pertigaan jalan bulak itu mas, bahkan sampe ninggal, banyak juga yang kecelakaan ringan.” tambahnya.

Selain rawan aksi pembegalan mirisnya kondisi jalan tersebut menghambat jalanya aktifitas pertanian.

Salah satu warga yang sedang beraktifitas menanam padi mengatakan, “Kalau jalan ini direnovasi pasti kegiatan bertani kami lancar mas, mobil yang mengangkut hasil padi tidak mudah terjebak di jalan.”

Jalan tersebut memang kurang mendapat perhatian, parahnya ada salah satu jalur alternatif yang sejak walikota terdahulu tidak mendapat perbaikan jalan.

Selain sebagai jalan alternatif jalan tersebut menjadi akses bagi petani untuk mengangkut hasil padi dari sawah mereka.Salah satu petani yang bernama Ratmi mengatakan “Kalau musim tanam begini jalan ini semakin parah, mau kesawah susah, apalagi mengangkut bibit padi” paparnya. (Ucup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *