119 views

Tak Dapat Kejelasan Ganti Rugi Lahan Warga Demo P.T NTF

Warga Pendemo Ancam Turunkan Masa Lebih Besar Lagi, serta berharap Bupati dan DPRD Lampung Timur turun tangan.

Media-Abpedsi.Com – Puluhan tahun tak dapat kejelasan ganti rugi lahan, ratusan warga Desa Rajabasa Lama, Kabupaten Lampung Timur tuntut PT.NTF kembalikan lahan. Tuntutan tersebut disertai aksi demo dan pemblokiran jalan, Rabu (12/4/17).

Dari penelusuran wartawan Media Abpedsi, warga yang tidak mendapatkan kejelasan ganti rugi lahan dari PT.NTF menuntut lahan yang sudah diambil dikembalikan.
Warga yang tidak sanggup lagi menahan kesabaran, emosinya memuncak saat aksi demo hingga memblokir akses jalan keluar masuk PT.NTF.

Salah satu peserta aksi Markuat (50) mengatakan, pemblokiran jalan desa dilakukan lantaran, kekesalan warga sudah memuncak, menurut Markuat warga yang menuntut sudah bosan dengan proses mediasi yang tidak pernah membuahkan hasil.

“Kami sudah bosan dengan proses mediasi yang tidak pernah mendapatkan solusi, kami juga sudah habis kesabaran, kami berharap pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan DPRD bisa membantu memberikan solusi,” tambahnya.

Menurutnya pertemuan antara warga yang menuntut ganti rugi lahan dengan PT.NTF dimediasi oleh Polres Lampung Timur.

Sanusi salah satu warga menerangkan tanah warga yang digusur seluas 940 hektar. “Hingga saat ini Warga merasa belum pernah mendapat ganti rugi dari PT NTF,” imbuh Sanusi.

Camat Labuhan Ratu, memberikan arahan agar dapat bernegosiasi, dan tidak emosi saat berunjuk rasa, supaya tidak merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.

”Sabar dan tunggu, dalam waktu satu minggu coba untuk bernegosiasi dengan PT.NTF, setelah itu mudah-mudahan ada titik terang.” Jelasnya.

Menurut warga perebutan dan penggusuran lahan dilakukan PT.NTF sudah sejak tahun 1991. Namun warga mengaku belum mendapat ganti rugi sama sekali, mirisnya jalan yang di lalui oleh PT.NTF adalah tanah milik masyarakat.

Pihak aparat keamanan turun tangan saat warga pendemo melakukan aksi pemblokiran jalan. Kabag Ops Kompol Ujang Supriyanto juga turun dilokasi dan langsung menemui dan membujuk agar jalan yang diblokir bisa dibuka.

Proses negosiasi pun alot lantaran para peserta aksi demo tetap bersikukuh tidak mau membuka jalan.

Nyoman selaku koordinator mediasi kemudian meminta kepada peserta aksi demo agar mengalah dan menunggu hasil negoisasi antara pemerintah kecamatan dengan PT NTF yang dijanjikan satu minggu.

Warga mengancam, bila belum ada titik terang dalam satu minggu warga akan mengerahkan aksi yang lebih besar lagi dan masuk ke areal PT.NTF. Warga juga akan menutup permanen jalan yang di lalui oleh P.T NTF.

Nyatanya jalan yang sehari-hari dilalui P.T NTF itu adalah murni tanah milik warga, tanah yang dibuat sebagai badan jalan tersebut adalah halaman depan milik warga. (suf/erwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *