119 views

Agar Tidak Mengganggu Ibadah Bulan Puasa, Ismail Percepat Pembangunan Koga Timur

Media-Abpedsi.Com

Kotagajah Timur- Dalam rangka melakukan realisasi pembangunan di Kecamatan Kota Gajah, Kampung Kota Gajah (Koga) Timur. Ismail selaku Kepala Kampung (Kakam) berencana akan melakukan realisasi pembangunan Infrastruktur lebih cepat dan tepat.

Berdasarkan penelusuran Media Abpedsi, rencananya sumber dana pembangunan Infrastruktur terutama jalan tersebut berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD). Yang kemudian ADD tersebut dikucurkan oleh Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Tengah.

Menurut Ismail Kota Gajah Timur berinisiatif melaksanakan pembangunan infrastruktur lebih cepat dari target yang ditentukan oleh pemerintah daerah.

“Kami mengawali membangun lebih awal dari pelaksanaan yang di programkan dari pemerintah daerah, semata-mata mencari situasi yang masih lapang belum memasuki di bulan puasa. Karena masih lebih mudah untuk mengkondisikan tenaga kerjanya dan juga tidak mempengaruhi aktifitas di bulan puasa.” Tegasnya.

Menurutnya, nantinya meskipun belum mencapai 80% realisasi pembangunanya, namun kampung tinggal melaksanakan sisa yang belum terealisasi pembangunanya.

“Untuk infrastruktur terutama pembangunan jalan yang kita bangun tahun ini adalah di banyak titik. Yaitu di Dusun Sri Rahayu 407 meter, di Dusun Sri Rahayu I 250 meter, di Dusun Kotagajah Timur II 541 meter, di Dusun Kotagajah Timur I sepanjang 485 meter.” Imbuhnya.

Realisasi pembangunan infrastruktur terutama jalan tersebut nantinya berbentuk onderlagh. Dengan pembagianya yaitu di titik 1 sepanjang 242 meter, titik 2 sepanjang 253 meter, titik 3 sepanjang 150 meter. Dengan lokasi terlintas di dusun Srirahayu III yaitu sepanjang 738 meter.

Kemudian dialokasikan di Dusun Kota Gajah timur III sepanjang 754 meter dan di tabah 620 meter serta 134 meter dialokasikan di poros jalan kampung dan 1 unit gorong-gorong cor beton sepanjang 5 meter.

Ketika ditanya masalah dana talangan pembangunan infrastruktur, Ismail mengatakan, untuk masalah pendanaan seorang Kepala Kampung harus sigap dalam pendanaan sebuah pembangunan, inisiatif ini juga semata-mata untuk meringankan beban di bulan puasa, agar beribadah tidak terganggu.

“Kalau bisa nantinya jangan sampai terjadi kelebihan dalam pendanaanya supaya tidak terjadi tumpang tindih dalam pembukuanya. Harapan terakhir agar pemerintah daerah Lampung Tengah agar segera merealisasikan dalam pencairan ADD.” Pungkasnya. (ysp/rino)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *