135 views

Sengketa Hibah Tanah Untuk Puskesmas Pembantu

Lampung Timur Media abpebsi com Pemberian hibah lahan untuk bangunan puskesmas pembantu di Desa Sidorejo, kecamatan sekampung udik lampung Timur yang dilakukan oleh pemerintah Desa setempat ke Dinas Kesehatan  menuai masalah.

Pemilik Tanah mengaku tidak pernah memberikan atau memberi kuasa kepada siapapun untuk menghibahkan tanahnya ke Dinas Kesehatan. Hal ini dikatakan oleh Azwar saat dilakukan Musyawarah terkait sengketa tanah tersebut di balai pertemuan Kecamatan Sekampung udik selasa  16/05/2017.

saya mepertanyakan bagaimana Desa menghibahkan tanah yang bukan haknya, dan tanpa diketahui oleh pemiliknya ,tuturnya Azwar.

Sementara kepala Desa Sidorejo Pujiono mengatakan bahwa Hibah tersebut dilakukan oleh Kepala desa yang sebelumnya pada tahun 1992. Dan terkait permasalahan yang timbul pihak desa meminta Kecamatan untuk memediasi.

Setelah dilakukan mediasi oleh pihak kecamatan Sekampung Udik dan  dihadiri juga oleh Kapolsek Sekampung Udik , Babinsa dan Kepala puskesmas Sidorejo,sampai dengan Siang hari ini, belom juga menemukan kesepakatan antara pihak yang bersengketa tersebut

Pihak desa menyerahkan permasalah tersebut ke Pihak Dinas Kesehatan karena berdasarkan Surat Hibah,  desa sudah menghibahkan ke Dinas Kesehatan.

Sebaliknya pihak Dinas Kesehatan  melalui  Kepala puskesmas Sidorejo Yono, menyatakan bahwa Dinas Kesehatan mendirikan bangunan  berdasarkan dari Surat Hibah yang ada,  sedangkan apabila ada permasalahan di kemudian hari tentu  kembali ke Desa yang memberikan Hibah,ucapnya kepala puskesmas

Dengan tidak Ditemukannya kesepakatan antar pihak, mediasi yang di pimpin pihak kecamatan membuat inisiatif dengan mengambil kesepakatan bersama antar pihak  untuk tidak mengadakan kegiatan apapun di Lahan yang dipersengketakan sampai  adanya keputusan yang tetap  dari pengadilan ataupun pihak yang berwenang.

Saat di konfirmasi tentang sengketa tanah Camat Sekampung udik Suprianto S,ip mengatakan permasalahan tersebut belum ada  titik temu dan saya hanya sebagai penengah semua tergantung dari kedua belah pihak cuma itu yang bisa saya sampaikan pungkasnya.(erwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *