117 views

HMI Metro Gelar Aksi Solidaritas

Kota Metro – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Metro menurunkan ratusan kadernya dan menggelar aksi di depan kantor Walikota Metro. Aksi tersebut kebijakan Pemkot Metro yang akan menggusur gedung Institut Agama Islam (IAI) Metro beberapa waktu lalu.

Kader HMI berjalan kaki dari kantor cabang HMI Kota Metro menuju kantor Walikota Metro sekitar Pukul 09.00 WIB, Senin (22/5). Peserta menyuarakan tuntutanya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Metro di bundaran Kota Metro dan kemudian bergeser menuju depan kantor Walikota Metro, peserta aksi sempat dihalang-halangi oleh Kepolisian saat melakukan aksi bakar ban.

Mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut mendesak Pemerintah (Pemkot) Metro merealisasikan Visi dan Misi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan, serta menyayangkan sikap Pemkot Metro yang terkesan tidak pro terhadap dunia pendidikan dan menyayangkan perkataan Walikota Metro H. A. Pairin beberapa waktu lalu kepada awak media yang dinilai seperti ‘Preman’, terkait masalah penggusuran kampus Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim Metro.

Wakil Walikota Metro Djohan menyampaikan permintaan maaf kepada para Mahasiswa yang ber aksi karena Walikota Metro H. A. Pairin sedang berada diluar Kota Metro untuk memenuhi undangan oleh Presiden, serta akan menyampaikan segala tuntutan yang disuarakan oleh mahasiswa pada saat beraksi kepada Walikota Metro.

Ketua Umum (Ketum) HMI cabang Metro Muhammad Rozhi Fauzi dalam mediasi dengan Wakil Walikota dan jajaran di Aula Kantor Walikota Metro mengatakan bahwa, belum ada solusi terkait masalah kampus Institut Agama Islam (IAI) Kota Metro, dia menambahkan bahwa Walikota Metro dengan gaya premanisme berbicara kepada media masa dan menjadi bahan konsumsi masyarakat umum, ”Representasi masyarakat Kota Metro itu beliau, kalau hari ini beliau bicara dengan gaya premanismenya, lantas ketika masyarakat dengan gaya premanisme dilarang? Timbul pertanyaan, sosok Preman bisa masuk ke dalam Kota Metro dan menduduki kursi nomor satu di Kota Metro,” tegasnya.

Hal senada dikatakan oleh Ridho salah satu peserta aksi mengatakan, “alhamdullilah kita telah diberikan tempat yang nyaman kita telah dibukakan pintu gerbang oleh bapak Polisi didepan tadi, saya ingin menyampaikan bahwasanya, benar kata bapak Wakil Walikota tadi bapak Pairin baru satu tahun berjalan dua tahun menjabat menjabat Walikota Metro mungkin lebih banyak tahu banyak, tapi yang menjadi masalah disini dia sadar bahwasanya bapak Pairin baru menjabat satu tahun berjalan dua tahun tapi mengapa bapak Pairin berani mengucapkan Visi dan Misi Kota Metro itu milik saya dan tanah YPI itu milik saya, alangkah enaknya kawan-kawan baru setahun sudah mendapat tanah 2950 hektar kawan-kawan,” bebernya.

HMI mengecam akan melanjutkan aksi apabila tanggapan aksi hari ini hanya sebagai pemuas masa aksi sementara HMI akan kembali dengan masa yang jauh lebih besar lagi, dan HMI siap mengawal kebijakan-kebijakan Pemkot Metro yang tidak Pro terhadap masyarakat Kota Metro. (ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *