120 views

Bayi Prematur Butuh Bantuan

Media-Abpedsi.Com, Lampung Timur. Orang tua Azhara Hasna Latifah berumur 3 bulan membutuhkan uluran tangan. Buah hati warga dusun Kuningan RT 28 RW 10 desa Braja Asri Kecamatan Way Jepara Kabupaten Lampung Timur dinyatakan dokter mengidap Tumor jinak yang tumbuh di seputaran mata azhara.

Melihat kondisi anaknya, orang tua dari Azhara ini berupaya memberikan pengobatan dengan mengantar putrinya ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Metro. Namun pengobatan Azhara di RS metro tidak berlangsung lama dikarenakan orang tuanya sudah tidak Sanggup Untuk membiayai pengobatan atau biaya berobat jalan.

Dengan perasaan pilu, Kedua orang tua Azhara akhirnya memutuskan untuk membawa pulang buah hatinya, dan memilih berobat jalan. Buah Hati dari pasangan Bapak Basuki Rahmat dan Ibu Vita Anggraini saat di konfirmasi  mengatakan saya untuk saat ini membutuhkan bantuan dari pemerintah setempat maupun uluran tangan dari para dermawan, ehingga Azhara dapat segera mendapatkan penanganan pengobatan dari dokter.

Orang tua Azhara, menceritakan pada Saat melahirkan putrinya ini memang sudah tampak seperti goresan merah atau benjolan kecil dimatanya Namun pada saat itu bayinya belum dapat di bawa pulang, karena bayinya harus di open terlebih dahulu akibat lahir prematur.

“Setelah dari rumah sakit mengijinkan pulang anak saya  lalu saya bawa pulang seteh kurang lebih satu bulan goresa merah atau benjolan di seputaran mata anak saya bertambah melebar dan agak gede dikit benjolanya berwarna merah.” tutur orang tua Azahara.

Orang tua azhara menceritakan Pada saat usia kandungan dari 6 bulan ke 7 bulan dokter menyatakan jika kandungan saya pecah ketuban, sehingga dilakukan caesar oleh dokter, bobot bayinya memiliki berat 2,3 kg dan harus di open. “Saat itulah saya memperhatikan jika ada yang aneh pada bagian di sekitar mata bayi anak saya,”tutur Ibu Vita kepada media abpebsi com Jumat (09/06/2017).

Ia melanjutkan, sebelumnya telah berupaya melakukan pengobatan secara rutin ke salah satu Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Metro. Karena Kondisi ekonomi keluarganya yang tidak memungkinkan terpaksa membawa pulang kembali anaknya Azhara.

Ayah Azhara bekerja sebagai pencari ikan di rawa, dengan penghasilan yang tidak tentu. Sementara ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang merawat bayinya

“Suami saya kerja mencari ikan di rawa, kalau lagi beruntung ikannya bisa dijual untuk kebutuhan sehari-hari, tapi sering juga mendapatkan  hasil yang tidak mencukupi kebutuhan keluarganya, Jadi jangankan untuk berobat, buat makan saja cuman paspasan,” keluhnya (erwan/ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *