155 views

Pujodadi Maksimalkan Pembangunan Desa

Media-Abpedsi.Com,Pujodadi – Kampung Pujodadi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah (lamteng), terfokus pada pembangunan Lapen (pengaspalan) jalan gorong-gorong dan perawatan onderlagh. Pembangunan tahap pertama yang didanai dari Dana Desa (ADD) yang lazim disebut Alokasi Dana Desa (ADD), dikucurkan dari Pemerimtah Pusat kepelosok desa seluruh Indonesia.

Wartawan Media Abpedsi saat menyambangi Muhtar Kepala Kampung Pujodadi mengatakan dana desa tahap pertama diprioritaskan ke pengaspalan jalan atau Lapen yang sudah disepakati dari awal perencanaan dan juga Bupati telah mencanangkan program Lapen setiap kampung se Kabupaten Lampung Tengah, minimal 1.500 m atau 1,5 Km dengan maksimal tak terhingga.

“Untuk Kampung Pujodadi tahap pertama harus membangun infrastruktur jalan berbentuk Lapen panjang 1.925 x 3 M dialokasikan di dusun satu dan empat, untuk tahap dua seharusnya pekerjaanya di laksanakan lapen sepanjang 300 x 2,5 m juga di tempat yang sama, karena kita melihat kondisi yang lapang waktu maka pembuatanya di laksanakan pengaspalan jalan sepanjang 300 M x 2,5 M dilaksanakan di tahap pertama.” Papar Muhtar, Jum’at (10/6).

Menurutnya di tahap pertama kampung juga mengondisikan membangun gorong- gorong tiga unit lokasinya disyahkan di dusun satu, “dan tak kalah pentingnya kita memberikan perawatan atau tambal sulam onderlagh yang belum terkena lapen, di tahun 2017 sepanjang 2.000 m, mudah-mudahan di tahun 2018 sudah terencana Lapen, sementara ini untuk mengantisipasi gesernya batu dan terkikisnya air hujan atau terlewati kendaraan.” Imbuhnya.

Sedangkan untuk DD tahap dua kampung membangun satu buah sumur bor lokasi di masjid dusun tiga dan juga membangun drainase untuk penahan jalan dan memperlancar pembuangan air yang masuk kampung tidak mengenangi jalan sepanjang 900 m dan kampung juga melaksanakan perehaban balai kampung di sampingnya juga di bangun pagar TK dengan volume tinggi 1 m panjang 100 m berdampingan dengan balai kampung.

Harapan terakhir Muhtar, DD yang di anggarkan dana dari pemerintah pusat harus berkesinambungan setiap tahunnya dan juga harus lebih banyak nilai nominalnya agar kampung nantinya akan sama pembangunanya dengan perkotaan, BUMK harus di wujudkan atau di kondisikan dengan benar, diperbanyak usaha-usaha wirausaha kampung agar bisa menyerap tenaga kerja agar nantinya tenaga kerja dari kampung tidak berbondong-bondong mencari kerjaan di kota.

Juga pemerintah daerah khususnya Lampung Tengah harus menyesuaikan dana pendamping atau siltab supaya gaji pamong dan perangkatnya mempunyai penghasilan yang standar agar para pamong dan perangkatnya bisa bekerja dengan maksimal, pencairanya tepat waktu tidak tertunda-tunda.

Menurut hemat Sudarno sekretaris kampung mengatakan, “ada satu unit gorong-gorong yang belum dilaksanakan di tahap pertama, namun pelaksanaanya di termin dua, jadi jumlah gorong-gorong yang dibangun tahun 2017 ada 4 unit,” tutupnya. (rino/ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *