156 views

Pembangunan Kampung Bumi Rahayu Sangat Berkwalitas

Lam-Teng Media-Abpedsi-Pembangunan infrastruktur jalan yang di laksakan Kampung Bumi Rahayu Kecamatan Bumi Ratu Nuban Lampung Tengah (Lamteng) dengan Pagu yang diterapkan, dana yang diterima kampung sejumlah Rp 1.123.483.551,- dengan rincian untuk penyelenggaraan pemerintahan kampung rp 252.581.400,- sedangkan untuk bidang pembangunan rp 768.021.000,- terdiri dari Lapen (pengaspalan) jalan sepanjang 1.317 m terletak di dusun dua,tiga dan ampat menelan dana rp 299.885.000,- sedangkan untuk pembuatan onderlagh (tellpot) sepanjang 415 m dialokasikan di dusun satu dengan dana rp 79.521.000,- sedangkan untuk pembangunan gorong-gorong ada tiga unit terletak di dusun 1,2,3 dan 4 menelan dana rp 48.329.000,- satu unit dengan ukuran 5×0,80×1,25 m per unit menelan dana rp 13.112.000,- ,smatmitizen rehab balai kampung dalam bidang kemasyarakatan dengan dana rp 46.913.000,- dan bidang pemberdayaan rp 55.967.000,- sedangkan siring pasang ( drainase ) sepanjang 875 m di dusun dua dan ampat dengan biaya rp 254.520.000,- .

Saat di kunjungi media abpedsi Muhamad Supendi Kepala Kampung yang di dampingi Pujono Sekretaris Kampung mengatakan di Kampung Bumi Rahayu untuk DD difokuskan di 5 titik antaranya Lapen (pengaspalan jalan) gorong-gorong, onderlagh jalan (tellpot) rehab balai kampung dan drainase, karena Lapen jalan salah satu program Bupati yang dicanangkan dan merupakan kewajiban bagi setiap kampung se Kabupaten Lampung Tengah.

Program Lapen pengaspalan jalan Kampung merupakan suatu program unggulan supaya setiap kampung tak terkendala kerusakan jalan, akhirnya transportasi antar kampung menjadi lancar.

Apalagi kampung melaksanakan pembangunan drainase jalan-jalan tidak tergenang air , sangatlah mengantisipasi terkikisnya jalan kondisi jalan terjamin kwalitas pembangunan jalan.

Agar pembangunan yang dibiayai ABPD mengimbangi pembangunan swakelola yang di kelola kampung, seperti apa harapan Bapak Presiden Jokowi bahwa kampung harus maju, mandiri dan tidak menjadi kampung tertinggal.

M.Supendi mengatakan, “kita membangun kuat dan berkwalitas karena sebagai kenang-kenangan (memory) jika nanti sudah tidak menjadi Kepala Kampung lagi kita bisa cerita kepada anak cucu bahwa pembangunan itu pembuatannya dimasa nenek menjadi pejabat kampung, makanya untukpelaksanaanya harus bagus dan berkwalitas,” tuturnya. (rino/ys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *