103 views

Pejuang Veteran Mengharapkan Tunjangan Pensiun Dihari Tuanya

Lampung Timur media abpedsi com mbah samopawiro belio pejuang veteran pada tahun 1945 sampai sekarang belom pernah mendapatkan tunjangan oleh pemerintah sampai ditahun 2017 ini

Mbah samopawiro saat ini mengharapkan tunjangan pensiunan veteran dengan bermodalkan buku hitam dengan catatan bukti bahwa pernah menjadi pejuang veteran di era panjajahan belanda dan jepang,

Ia berharap kepada pemerintah pusat,karna ikut serta membela negara pada saat penjajahan belanda dan jepang diera penjajahan pada jaman dulu

Kondisi Mbah samapawiro saat ini tinggal dirumah papan yang sangat sederhana didalam isi rumah terdapat sepeda yang sudah rusak disinilah Seorang mantan  pejuang kemerdekaan pada tahun 1945 tingga dirumahny, bisa dikatakan diera penjajahan jepang dan belanda, mbah SumoPawiro  pindah dari jawa menuju kelampung pada tahun 1973 sampai sekarang

Mbah samopawiro pejuang veteran ini Sudah empat tahun sudah tidak bisa beraktifitas lagi karna faktor usia yang sudah tua, mbah samopawiro lahir pada tahun 1914

Mbah samopawiro  menceritakan tentang perjuangannya saat melawan penjajahan Belanda dan Jepang kepada awak media-abpedsi yang menyambangi Kediamannya di Braja Asri 1, Way Jepara Lampung Timur. Jum’at 11/08/2017 

Mbah Sumopawiro masih ingat saat istrinya Supinem melahirkan anak ketiganya, Ia harus rela meninggalkan anak dan Istri yang baru melahirkan ke Semarang untuk ikut berperang bersama pasukan Fisabililah melawan Penjajah Belanda tahun 1945 tepatnya saat agresi Belanda ke I. 

“Saya ikut berperang di Semarang, Boyolali dan solo didaerah jawa, saya  hanya membawa alat  bambu runcing ,  sedangkan musuh kita. Belanda memakai bom untuk menghancurkan rumah dan bangunan,  saya masih ingat waktu ikut menolong orang yang terkena bom Belanda ” ujarnya  dengan Logat Jawa nya. 

Sumopawiro  mendapatkan Pengakuan sebagai  pejuang kemerdekaan  asal kesatuan Fisabililah cabang Boyolali, ranting Sambi yang  dikeluarkan oleh  persatuan pejuang Islam  seluruh Indonesia  ditahun 1958, Kemudian pada tahun 1973

Namun Hingga saat ini  mbah Sumo pawiro belom pernah mendapatkan dana pensiun maupun dana tunjangan kehormatan dari Pemerintah Republik Indonesia,

Anak ke empatnya  Kusnadi (65) menceritakan bagaimana ia dan orang tuanya berjuang untuk memperoleh Dana pensiun sebagai pejuang kemerdekaan sejak tahun 1992. 

“tahun 1992  saya ke Boyolali mengantar Ayah saya, dan dikasih surat rekomendasi  dari pemerintah kabupaten Boyolali untuk mengurus Dana pensiun, namun setelah kesana kemari  tidak juga berhasil,  kemudian pada tahun 2002  kami datang ke Markas Daerah Legium Veteran Republik Indonesia  di Bandar Lampung, kami di beri Surat untuk diserahkan ke pengurus Veteran yang ada di Boyolali,  saat itu kami dijanjikan kalau SK dari Menteri pertahanan sudah turun akan dikabari ” kata  Kusnadi. 

Kusnadi  anak mbah samopawiro hanya bisa berharap kepada pemerintah pusat, agar  dana pensiun dan Dana kehormatan hak  pejuang veteran pada tahun 1945 membela negara indonesia sudah seharusnya diberikan kepada para pejuang veteran yang saat ini sudah tua dan tidak bisa lagi bekerja.tuturnya anaknya (Erwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *