92 views

Polres Lamteng Sosialisasikan FGD

Media-abpeddi.com- Kapolres Lampung Tengah mensosialisasikan Forum Gruop Discussion yang dimana diawali dan di buka di halaman kantor Polsek Seputih banyak Lampung Tengah (10/08/2017). Dalam kegiatan tersebut di ikuti dari jajaran Polsek, Camat dan Kakam se Kecamatan tokoh agama tokoh masyarakat dan beberapa anggota DPRD Lampung Tengah.
FGD forum gruop discussion merupakan salah satu wadah untuk membangun kemitraan dan kerjasama antara pihak kepolisian dengan masyarakat . yang intinya merupakan kerjasama dalam bidang keamanan di segala lini untuk menuju keamanan dan ketertiban masyarakat lingkungan baik dari lingkungan RT sampai di lingkungan tingkat atas, saling bahu membahu untuk mengamankan di lingkungan masing-masing dan nantinya keamanan masyarakat lingkungan sendiri bisa terjamin aman dan kondusif.
Purwanto Puji Sutan Kapolres Lampung Tengah saat di wawancarai awak media Abpedsi mengatakan , FGD merupakan suatu wadah diskusi bagi masyarakat maka Kapolres meminta kepada Kapolsek untuk membentuk fgd pada tingkat level desa(kampung) dan Kecamatan sampai tingkat RT dan dusun agar nantinya Kapolsek bisa berkordinasi dengan Kepala Kampung untuk membentuk membentuk FGD di tingkat Kampung siapa tokoh ataupun masyarakat yang menjadi Trumbuin yang akan mengatasi permasalahan di tingkat kampung tersebut sampai ke tingkat RW dan RT. untuk pekerjaan anggota tidak terbatasi apa itu tukang tambal ban, tukang beca, Kyai atau ulama masyarakat bisnis, yang penting dia bisa meng komutir yang penting suaranya bisa di dengar masyarakat, dia bisa menjadi anggota di tingkat kampung, di tingkat Kecamatan juga sama Kapolsek membentuk bersama Perkopimcam dan Kapolsek untuk dapat mendata dan akan di bentuk payung Hukumnya nanti akan di tanda tangani oleh Kapolres, Bupati dan Ketua DPRD Lampung Tengah.
Ditanya mengenai Keamanan. Puji Sebagai Kapolres mengatakan soal keamanan dan ketertiban di Wilayah Hukum Polres Lampung Tengah masih Kondusif, pada dasarnya para Ulama, Kyai masih berpikir Rasional Nasionalismenya tinggi namun harus berwaspada dan siaga dalam mengatasi rintangan, kita harus menganut paham awal Pancasila dan UUD 45 sebagai landasan dasar dan idieologi bangsa kita,” pungkasnya. (rino/andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *