109 views

Petani Mandalasari Keluhkan Susahnya Mendapatkan Pupuk

LAMPUNG TIMUR (Media-Abpedsi): Persoalan pupuk, saluran irigasi, sampai masalah pompa air menjadi keluhan petani di Desa Mandalasari, Kecamatan Matarambaru, Lampung Timur kepada Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman, Jumat (10/11/2017). Sejumlah petani meminta solusi kepada menteri yang melakukan kunjungan kerja ke desa itu.

Andi Arman Sulaiman menegaskan distributor pupuk di Lampung Timur, diberi masa tenggang tujuh hari ke depan, agar memperbaiki sistem peredaran pupuk yang dikeluhkan petani. “Kami akan beri waktu tujuh hari, jika petani masih susah mendapatkan pupuk kami akan cabut izin distributor,” kata Mentan.

Selain persolan pupuk, keluhan kondisi lahan yang sering terjadi banjir di Desa Mandalasari juga langsung dijawab Arman. Dia meminta kepada Pemkab Lampung Timur agar bisa mendatangkan alat berat jenis eskavator untuk memperbaiki saluran irigasi yang sering menyebabkan banjir.

Menurut dia, kunci suksesnya petani tak lain dengan tidak adanya ego sektoral. Artinya, demi mensejahterakan petani semua sektoral harus bahu-membahu bekerja demi petani. Saat ini, kata dia, kondisi pertanian di Indonesia sudah mulai membaik dengan meningkatnya swasembada jagung yang sebelumnya Indonesia selalu mengimpor jagung selama berpuluh-puluh tahun dengan jumlah 3,6 juta ton per tahun.

Namun, ujar Arman, saat ini Indonesia tidak lagi mengimpor jagung. Justru negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam ingin belajar dengan Indonesia soal bercocok tanam jagung. “Kemajuan sektor pertanian karena bentuk pemerintahan yang kerja dan tidak mengandalkan ego sektoral. Kami harap Lampung Timur bisa lebih mengembangkan peningkatan pertanian,” kata Arman.

Terkait persoalan harga cabai yang pernah menjadi perbincangan di Indonesia, Menteri menjelaskan hal itu bukan persoalan lain. Tapi, persoalan yang perlu adanya perbaikan mental para tengkulak. “Kami minta agar masyarakat bisa menanam cabai di pekarangan minimal lima batang, secara tidak langsung itu akan menjadi solusi menangani permainan tengkulak akan harga cabai,” kata Arman.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, di hadapan Menteri Pertanian mengatakan petani akan menjadi perhatian utama. Mengingat potensi Lampung Timur cukup menjanjikan. Baik SDA, SDM, dan lahan seluas 213.384 hektare menjadi modal utama untuk mensejahterakan petani. Dari 213.384 hektare terbagi 6.500 hektare lahan sawah basah dan 152.866 hektare lahan sawah kering.

Terkait dengan produksi padi Lampung Timur telah membantu produksi padi sebanyak 13 persen, atau 590.951 ton, sedangkan target Provinsi Lampung produksi padi sebesar 4.401.188 ton padi. “Kami sangat berterimakasih selama kepemimpinan kami, pak Menteri mau turun ke Lampung Timur dan banyak memberikan bantuan peralatan petani dan ini sangat menyuport kami,” ujarnya Bupati Lam-Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *