142 views

Diduga Kepsek SDN 1 Panaragan Pungli BSM Murid

Panaragan Tulang Bawang Barat Media-Abpedsi
Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang digelontorkan oleh pemerintah bagi siswa atau murid yang dalam kategori tidak mampu di duga adanya pungli yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN)1 Panaragan kecamatan Tulang Bawang Tengah kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah) disetiap murid yang menerima BSM tersebut.

Hal tersebut mencuat dengan adanya pengaduan wali murid yang dimana merasa dirinya menerima dana BSM tidak full yang semestinya diterima sejumlah Rp.450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) per murid, akan tetapi diterima hanya Rp 400.000 (empat ratus ribu rupiah) yang dikarenakan adanya pemotongan dari pihak sekolah, dan yang lebih terkuapnya dalam berita acara rapat wali murid sebelum pengambilam BSM terlihat dalam poin berita acara tersebut tertuliskan,’’bahwa wali murid tidak akan berbicara bahwa bantuan anak di SDN 1 Panaragan dipungut biaya’’.

Erida.Spd selaku kepsek saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa sebelum pengambilan dana BSM tersebut pihaknya sudah melakukan rapat dengan wali murid untuk mencari keputusan yang sebagaimana nanti nya disepakati oleh wali murid. Dan hasil rapat tersebut pengambilan BSM di bank yang dimana semua pengambilan diglobalkan didampingi oleh pihak sekolah .dan pihaknya membantah atas tudingan pemotongan terhadap penerima BSM tersebut.’’ Jelasnya.

Masih dikatakannya bahwa pengambilan BSM didampingi pihak sekolah agar bisa sesuai dengan daftar penerima, dan dirinya (Kepsek,red) pun mengatakan pembagian BSM yang sudah diambil dari bank dibagikan dikediamannya dengan alasan waktu sudah sore dan sebelumnya terjadi kesalahan penerima yang dimana diterima oleh yang bukan haknya. Dan untuk menghindari hal tersebut terjadi maka pihak sekolah mendampingi pengaambilan BSM tersebut.’’ Ungkapnya.

Terpisah, sala satu wali murid yang namanya enggan disebutkan mengatakan, bahwa dirinya mewakili wali murid yang menerima BSM sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menggelontorkan dana tersebut, karena dana tersebut sangatlah membantu bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu. Akan tetapi dirinya,(wali murid,red) menyayangkan dan mempertanyakan kepsek yang semestinya dana tersebut diterima Rp.450.000 (empat ratus lima puluh ribu), menjadi Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah), yang dimana dilakukan pemotongan lima puluh ribu rupiah oleh pihak sekolah dan dibagikan dikediaman kepala sekolah tersebut. Dan juga wali murid dibebani materai.”keluhnya kepada wartawan.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Lembaga Swada Masyarakat (LSM) Barisan Rakyat Anti Korupsi Negara Kesatuan Republik Indonesia Jakarta (BARAK NKRI), yang dimana pemotongan BSM tersebut yang selayaknya di berikan kepada siswa miskin mendapat potongan dari pihak sekolah, dan pihaknya (LSM BARAK NKRI,red) akan melaporkan kepada pihak yang berwenang atau intansi terkait dalam hal pemotongan BSM, yang dimana dianggapnya keterlaluan.

” adapun dari hasil investigasi LSM BARAK NKRI dan bukti-bukti surat pernyataan wali murid, pihaknya akan menindak lanjuti permasalahan tersebut,diharapkan intansi terkait bisa memperhatikan keluhan-keluhan wali murid akan pemotongan BSM.”tegas Anwar selaku Sekjen DPP LSM BARAK NKRI JAKARTA .(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *