111 views

Syahrul Syah Kadis PMD LamTim BUMdes Menjadi Sarana Mengelola Potensi

Lampung Timur, 28/4 – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Syahrul Syah meminta Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes menjadi sarana mengelola potensi yang terdapat di desa sehingga membuka peluang usaha bagi warganya.

“Banyak sekali potensi hasil perkebunan dan Hasil usaha kecil menengah yang di kelola warga di desa, seharusnya ini bisa dimanfaatkan oleh BUMDES untuk bisa di kembangkan,” kata Syahrul Syah di Lampung Timur, Sabtu (28/4).

Syahrul Syah pun meminta pengelola Bumdes di desa inovativ mengelola potensi desanya sehingga bisa membuka peluang usaha baru bagi warga.

“Produk UMKM di desa ini kan banyak, bisa di gandeng bersama dan bisa di kembangkan lebih baik lagi, agar kegiatan BUMDES itu bisa langsung mengena kepada masyarakat desa ” ujarnya.

Dia berharap adanya Bumdes dapat mengembangkan potensi di desa untuk meningkatan perekonomian masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo saat berkunjung ke Lampung Timur, Selasa (18/10/2016) lalu menegaskan kembali komitmen pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran yang dimulai dari desa.

“Presiden Jokowi sangat konsen untuk membangun desa, beliau ingin membangun Indonesia dari pinggiran yakni dari desa,” ujar Eko Putro Sandjojo.

Mendes PDT itu menyatakan Presiden Jokowi telah meminta 17 kementerian untuk membantu kementeriannya memajukan potensi yang ada di desa seluruh Indonesia termasuk keterlibatan pihak swasta.
“Perhatian pemerintah terhadap desa salah satunya dengan diterbitkan Permendes PDT tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa, dan juga adanya alokasi dana desa yang jumlahnya terus bertambah setiap tahun,” katanya lagi.

Eko menyatakan bahwa dana desa tersebut diharapkan bisa membangun desa baik itu pembangunan infrastruktur maupun pembangunan ekonomi, sehingga mampu menyerap tenaga kerja dari desa sekitar agar bisa tumbuh dan maju.

Menteri Desa pun menyatakan keberadaan badan usaha milik desa (BUMDes) di perdesaan mendorong kemajuan desa menjadi mandiri.
“Kita sekarang bicara BUMDes, di desa itu harus ada koperasi dan BUMDes, kalau koperasi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat atau anggotanya, BUMDes bisa menjadi tambahan pendapatan desa dan merupakan stimulus kemajuan desa,” kata Mendes PDTT lagi.

Dia menyebutkan, terdapat 2.000 BUMDes yang sudah berhasil. Menteri Eko lantas mencontohkan desa tertinggal yang terdapat di Provinsi Bali.
“Pertanyaannya apakah BUMDes bisa berhasil, di Bali ada daerah tertinggal melalui BUMDes mengelola daerah pariwisata, bisa menghasilkan miliaran rupiah, lebih dari jumlah dana desa yang diterima, dan dengan adanya BUMDes itu uangnya bisa dikelola usaha macam-macam, seperti pengolahan air minum dan sebagainya,” ujarnya.

Ia berharap Kabupaten Lampung Timur ikut meniru desa-desa yang sudah terlebih dahulu memiliki BUMDes tersebut. “Di sini bisa diikuti keberadaan BUMDes itu,” ujar Eko Putro Sandjojo.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengungkapkan kehadiran Menteri Desa dan PDTT di daerahnya merupakan komitmen kementerian ini untuk membangun desa di daerahnya.

Menurut Chusnunia, pada tahun 2017 pihaknya menargetkan mendirikan BUMDes di setiap desa agar mampu memberikan manfaat bagi warganya.

“BUMDes di Lampung Timur harus bisa menjadi media untuk menyejahterakan masyarakat di sini,” katanya.(Nlt-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *