124 views

Tambang Pasir Ilegal Dibeking LSM GMBI Lam-Tim

Media-abpedsi.com

Lampung Timur- Empat wartawan media online, Penalampung.com, Timenews.id, investigasi.com dan Lampungtelevisi.com di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung dilarang meliput kegiatan penambangan pasir yang diduga ilegal oleh oknum LSM yang mengaku dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Cabang Lampung Timur.

Jurnalis Penalampung.com Eri Erme, di Lampung Timur, Rabu (23/5) menceritakan kronologisnya. Menurut Eri, dirinya bersama Herwandi Jurnalis Timenews.com, Indra jurnalis investigasi.com Beni Alif jurnalis Lampungtelevisi.com melakukan peliputan penambangan pasir yang diduga ilegal di Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringga Kabupaten Lampung Timur pada Rabu (22/5).

Menuru Eri Erme ini peliputan dilakukan setelah mendenger Informasi dari warga desa setempat yang merasa resah adanya aktivitas tambang pasir dengan dalih akan dibuat kolam ikan.

“Saat kami ingin mewawancarai salah satu masyarakat yang bernama trimo si pemilik tambang pasir dia meninggalkan kami dengan alasan akan memanggil perangkat desa karena pihak desa yang tau permasalahan tersebut,” katanya.

Selanjutnya kata Eri, yang mendatangi bukan perangkat desanya tapi sejumlah orang yang mengaku dari LSM GMBI dan meminta untuk tidak melakukan peliputan lahan tambang pasir tersebut.

“Dan salah satu yang mengaku dari anggota LSM GMBI yang mengaku bernama Edward mengatakan bahwasanya pemilik tambang pasir adalah anggota dari LSM GMBI,” kata Eri lagi.

Indra pun mengungkapkan, Burhan yang mengaku Ketua LSM GMBI Lampung Timur melalui telpon orang yang menemuinya meminta dirinya untuk tidak melakukan peliputan tambang pasir di desa tersebut .

Herwandi pun menyatakan mengantongi rekaman larangan peliputan oleh orang-orang yang mengaku dari LSM GMBI tersebut.

“Semua bukti ada kami menyimpanya,” ujar wartawan timenews.id ini.

Beni Alif pun menyebutkan sejumlah orang yang menemuinya mengantongi identitas LSM GMBI.

“Itu jelas mereka mengaku anggota GMBI, mereka menunjukan identitas GMBI nya,” aku Beni, kontrubutor media Lampungtelevisi.com.

Sejumlah wartawan media online di Kabupaten Lampung Timur ini menyayangkan masih ada pihak-pihak yang tidak menghormati kebasan pers padahal kebasan pers talah diatur didalam UU Pers.

Menurut meteka pelarangan terhadap wartawan yang melakukan kegiatan jurnalisme demi kepentingan publik adalah sebuah ancaman terhadap kebebasan pers.

UU Pers Nomor 40 tahun 1999 BAB VIII Pasal 18 disebutkan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).
(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *