192 views

Balita di Lamtim Mengindap Penyakit Leukimia

 

 

Sekampungudik ( MA ) – Muhammad Fatan Fahrudin, anak laki-laki berusia 4 tahun pasangan M Sakdullah dan Sri Astuti ini mengidap penyakit leukimia.
Penyakit yang diderita ini berawal dari panas dan sakit pinggang, setelah Fatan dirawat di rumah sakit.
M. Sakdullah, ayah Fatan menceritakan, awalnya tubuh anaknya panas disertai sakit pinggang. Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Imanuel Bandarlampung. Pemeriksaan darah menunjukkan normal. Hasil diagnosa bahwa Fatan mengidap penyakit hernia.
“Habis operasi hernia, anak saya ya sembuh seperti biasa lagi main di rumah,” ujarnya Selasa 19 Juni 2018.
Namun, keceriaan anaknya tidak berlangsung lama. Selang setengah bulan, Fatan mengalami sakit panas. Lalu, pihak keluarga membawa kembali Fatan ke Rumah Sakit Imanuel. Sampai di sana, dokter menyatakan bahwa anak M. Sakdullah yang bekerja sebagai buruh tani itu terkena virus chikungunya.
“Setelah diobati, ya kami bawa anak ke rumah. Tapi baru empat hari di rumah sudah kembali sakit panas,” kata dia.
Pihak keluarga membawa Fatan ke salah satu dokter spesialis di Kota Metro. Dokter spesialis itu menyarankan dibawa kembali ke RS Imanuel.
“Dokternya tidak berani ngasih obat, dan minta tidak usah dibayar, sebab dia ikhlas membantu,” timpal Ipik, mertua M. Sakdullah di kediamannya.
Untuk ketiga kalinya pihak keluarga membawa Fatan ke RS Imanuel. Lalu, tim medis mendiagnosa Fatan terkena penyakit anemia aplastik. Selama empat hari dirawat di sana, pasien BPJS kelas III ini tidak ada perubahan dan disarankan untuk dirawat ke RSUD Abdul Moeluk.
“Di rumah sakit ini anak kami diterima di UGD dan diperiksa melalui Labprodia bahwa anak kami terkena leukimia. Dari situ anak kami dirawat dan kerap kali transfusi darah golongan O+,” ungkap Ipik.
Ipik menambahkan, pihak RSUD Abdul Moeluk memperbolehkan Fatan pulang ke rumah karena kondisi Hb dan trombosit darahnya naik. Sekaligus ganti suasana di kampung. Dokter menyarankan agar saudara dari pihak keluarga tidak beramai-ramai menjenguk karena kondisi korban belum pulih.
“Rencananya, Fatan dibawa ke RS Gatot Subroto di Jakarta pada Senin besok. Itu berdasarkan saran pihak RS Abdul Moeluk,” tuturnya.
Sejauh ini, kata dia, setiap proses berkas administrasi tidak ada masalah. Cuma keluarga hanya meminta bantuan dermawan yang sudi membantu keberangkatan ke Jakarta. Terlebih soal permintaan keluarga agar Fatan dirawat inap di sebuah yayasan supaya terhindar dari kontaminasi penyakit lain.
“Ya kendala kami cuma itu, sebab kami khawatir bila terkena penyakit lainnya,” harap Ipik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *