160 views

Teori Fotografi Arsitektur dan Teknik-Teknik Pencahayaan oleh Jefrin Alfaris

Probolinggo, MA – Seorang fotografer hanya dapat diraih setelah melakukan pelatihan ketat, uji coba dan menggunakan berbagai macam teknik.

Untuk fotografi arsitektur, menguasai teknik pencahayaan dasar adalah hal penting karena inilah secara langsung yang dapat menarik perhatian penonton. Bermain pencahayaan dengan benar akan menghasilkan foto lebih detail dan dengan dimensi yang realistis.

Memotret cahaya adalah teknik utama dalam aliran fotografi apapun dan hal ini dapat melatih kepekaan kita dalam membidik aneka bentuk dan tipe objek. Namun, bermain dengan cahaya dalam fotografi arsitektur membutuhkan banyak latihan.

Jefrin Alfarisi mengungkapkan,”Pada waktu itu, saya tidak mengerti mengapa orang-orang sangat peduli dengan pencahayaan. Saya selalu percaya bahwa komposisi adalah hal yang lebih penting sampai suatu ketika saya mencoba fotografi makro dan saya tidak bisa melupakan apa yang teman saya katakan, “Memotret makro tanpa didukung dengan pencahayaan yang tepat hanya akan menghasilkan gambar yang biasa-biasa saja”. Mulai saat itu, saya mencoba untuk mengeksplorasi pencahayaan dalam fotografi arsitektur saya yang kemudian saat ini saya menjadi percaya bahwa pencahayaan merupakan jiwa di dalam setiap foto,”tutur Jefrin Saat di temui media Abpedsi.com di rumahnya, Kamis (22/11/18).

Saya mengerti bahwa topik ini mungkin tidak menarik untuk beberapa pecinta fotografi yang sering membaca buku mengenai fotografi. Bagaimanapun juga, arsitektur bukan hanya mengenai komposisi saja. Keharmonisan dari banyak komponen – simetris, alur, ritme, kontras, dan cahaya – yang akan membuat setiap foto dapat memukau para penonton,”ungkap Jefrin

Komposisi yang seimbang tidak selalu berarti gambar yang simetris. Sesuatu yang simetris harus seimbang, walaupun keseimbangan tidak selalu simetris. Menjadi simetris adalah masalah distribusi proporsional dari bobot visual,”imbuh jefrin

Ada dua konsep keseimbangan dalam seni, baik secara simetris maupun asimetris. Keseimbangan simetris terkenal dengan konsep elemen yang didistribusikan secara merata di sekitar titik pusat atau sumbu. Simetris adalah hal yang lebih mudah dimengerti karena konsepnya umumnya sudah banyak ditemukan pada arsitektur lama seperti istana raja. Mengaplikasikan komposisi yang simetris dalam tipe objek ini relatif mudah karena sebagian besar gedung bersejarah memiliki proporsi permukaan antara kiri dan kanan yang seimbang,”pungkas Jefrin (Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *