144 views

Dua Kecamatan di Lamtim Bangun Tanggul Rawa

 

Lampung timur (MA) – Pembangunan tanggul rawa lebak di 4 Desa dari Kementerian sudah dikerjakan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan), Dinas Pertanian Lampung Timur, selaku TPK dan PPHP saja, senin (3/12/2018).

Pembangunan tanggul rawa tersebut terlrtak di lebak Kecamatan Braja Selebah dan Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur, dan Penangananya di serahkan sepenuhnya pada gabungan kelompok tani (Gapoktan) di masing masing Desa yang mendapatkan program dari kementerian pertanian tersebut, mulai dari segi anggaran dan pembangunanya.

Kasi Lahan dan Irigasi Ahmad Darmadi mewakili Kadis Pertanian saat di konfirmasi malalui telepon mengatakan bahwa Dinas Pertanian di ikut sertakan sebagai TPK dan PPHP, mengingat disana pembangun sangat diperlukan karena lahanya sering banjir terus dan kebetulan ada pembangunan dari provinsi, untuk pembangunan tanggul di rawa lebak.

“Dan itu memang petani sangat membutuhkan tanggul penangkis untuk rawa lebak, Karena tanggul yang di buat oleh balai besar itu sudah lama dan sudah pada hilang,

Adapun panjang bangun tanggul rawa lebak di 4 Desa tersebut kurang lebih sekitar 10 kilo meter, Dalam perhektarnya di anggarkan 4 juta rupiah, “jadi yang mendapatkan tanggul rawa lebak ada 4 Desa, terdiri dari Desa Braja Yekti, Desa Braja Kencana,Desa Braja Luhur dan yang paling luas Desa Karang Anyar, untuk nominal anggaranya berpariasi sesuai luasan lahanya, di Desa Karang Anyar sumber dananya mencapai 1miliar lebih, “ucapnya.

Sumber dana pun langsung masuk rekening Gapoktan/ketua kelompok tani, sekaligus yang mengerjakan pembangunan tersebut. selain itu dikasi gambar dari konsultan, ” jadi yang mengerjakannya Gabung kelompok tani (Gapoktan) di masing masing Desa yang mendapatkan program tersebut.

Untuk kewenanganya sepenuhnya pada Gapoktan, Desa hanya sebatas mengetahui adanya program dari kementerian pertanian tersebut. untuk pekerjaan sendiri sudah mencampai 40% karena tergantung dengan alat dan yang di tunggu tunggu alat bantuan ternyata cuman dapat 2 alat bantuan exsapator saja, untuk kelebaran dan ketinggian tanggul tersebut berfariasi ada yang lebar dasar 9 meter dan ada 3 meter itu tergantung pada lokasinya, dari lihatan konsultan mana yang riskan,

Kendala di lapangan hanya masalah tanah, karena tanah yang untuk nimbun dari sekitaran situ saja dan campur lumpur daun daun busuk karena kita tidak ada tanah untuk beli dari petunjuk teknisnya, “pungkasnya. (heri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *