120 views

KABAR PROBOLINGGO : Pemulihan Desa Andungbiru Pasca Bencana Mulai Menyasar Infrastruktur

Probolinggo, MA – Selain menelan korban jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor desa Andungbiru kecamatan Tiris menyebabkan dampak kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur di desa tapal batas Kabupaten Probolinggo – Jember ini.

Jembatan penghubung putus, beberapa ruas jalan desa tertutup material longsor dan lumpur tebal serta menghanyutkan beberapa rumah warga dan tempat ibadah. Kondisi seperti ini tentu saja membutuhkan waktu pemulihan yang tidak sebentar dan tak mudah. Cuaca sehari-hari yang selalu turun hujan pun cukup memghambat pekerjaan.

Seakan tak kenal lelah, seluruh personil Pemkab Probolinggo bersama TNI dan relawan kemanusiaan sampai detik ini terus berjibaku dan saling bahu – membahu dalam kegiatan pemulihan desa Andungbiru pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

“Kondisi seluruh personil TNI, Instansi dan sukarelawan yang diterjunkan khusus dalam pemulihan desa Andungbiru sampai saat ini dalam kondisi moril tinggi. Poskotis akan terus support kegiatan pemulihan sampai tuntas,” jelas Mayor Arh Ciptadi selaku Komandan Poskotis Penanggulangan bencana alam di Tiris, Selasa (18/12/2018) petang.

Perwira Penghubung Kodim 0820/Probolinggo ini menerangkan, Kegiatan pemulihan selanjutnya akan di fokuskan pada persiapan pemasangan jembatan darurat dari Pemkab Probolinggo. “Mulai besok, Rabu (19/12/2018), kami akan lakukan pengerukan batu dan normalisasi sungai di seputar jembatan putus dengan alat berat dan pembuatan bronjong penahan jembatan darurat,” kata pria gesit ini.

Terpisah, Tutug Edi Utomo Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo mengemukakan, kondisi masyarakat desa Andungbiru saat ini telah bisa mengakses seluruh ruas jalan desa, aliran Listrik pun sudah normal seperti sedia kala. Pada prinsipnya mereka sudah bisa memulai aktivitas seperti biasanya.

Namun, dimungkinkan karena mengalami rasa trauma pasca bencana, aktivitas masyarakat belum juga terlihat maksimal. Menurut Tutug, dukungan psikologis pasca bencana juga sangat diperlukan untuk mengurangi tingkat trauma masyarakat yang terdampak bencana, khususnya untuk masyarakat pedesaan.

“Rekan – rekan sukarelawan Brigade Penolong (BP-13) Kwarcab Pramuka Probolinggo mempunyai skill Trauma Healing pasca bencana. Meskipun terdengar sederhana namun kami akan coba mengupayakan hal itu untuk masyarakat desa Andungbiru,” pungkasnya.(Pu2t/Rohim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *