103 views

KABAR LUMAJANG : DENGAN ADANYA PKT DI DUSUN NGUTER MENIMBULKAN TANDA TANYA BESAR..???

 

 

Lumajang, MA – Warga Desa  Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Jatim, dibingungkan oleh adanya bagi-bagi uang berkedok Padat Karya Tunai Murni (PKT MURNI).

Masalahnya warga menerima bagi-bagi uang tersebut tidak merata, ada yang nenerima sepuluh ribu (10.000) dan ada yang menerina lima puluh ribu rupiah (50.000).

Ketika dikonfirmasi media ini, salah seorang warga Dusun Krajan Timur (keberatan disebut namanya) mengaku di beri sepuluh ribu rupiah oleh Kepala Desa Nguter, kegiatan tersebut diikuti enam puluh orang, ujarnya.

Sebelumnya Kades Suliman mengumumkan di acara Pengajian Umum dalam Rangka Maulid Nabi SAW beberapa waktu yang lalu bahwa akan  ada kerja bakti di bayar.

“Saya akan membayar orang yang kerja bakti”, kata Suliman Kades Nguter.

Masyarakat semakin bingung di sebabkan Upah Janggolan tidak sama.

Ada salah warga inisial TL, menanyakan ke Kepala Desa, “saya kok dikasih sepuluh ribu waktu kerja bakti  Pak”, tanya TL ke Kades.

“Dananya masih belum cair”, jawab Suliman.

Syamsul Arifin, Sekretaris DPMD Kab Lumajang

Salah satu tokoh mengomentari terkait  komentarnya Kades, mana mungkin DD kok belum cair, itu akal- akalan aja, wong ini sudah akhir Tahun, ujarnya.

Ketika akan di Konfirmasi Kades Suliman tidak ada di Kantor Desa.

Menurut Sekdes Miswanto,” Pak Kades ada Giat di Rowokangkung”, terangnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris DPMD Lumajang  Syamsul Arifin mengatakan bahwa Desa yang melaksanakan PKT MURNI tidak bertentangan dengan Aturan, selama sesuai dengan kebutuhan yang ada di desa tersebut. Artinya, sesuai ndak di RAB dan pelaksanaannya, ungkapnya. (Djaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *