175 views

KABAR PROBOLINGGO : Hari pertama Serka M. Imam menjadi Babinsa di Koramil 0820/02 Wonoasih

Probolinggo, MA – Surat perintah terbaru sudah diterbitkan. Syah kiranya untuk hari pertama bagi Serka Muhammad Imam menjadi Babinsa di Kelurahan Jrebeng Kulon bagi personel Koramil 02/Wonoasih. Setelah permisi melaporkan diri kepada Danramil, sudah selayaknya yang bersangkutan untuk sowan kepada para petinggi yang ada di kelurahan, Selasa, 08-01-19.

Didampingi oleh Serda Erik dan juga berkomunikasi dengan Bripka Sirait sebagai Babinkamtibmas dan disusul dengan pertemuan maka ketiganya menuju Kantor Kelurahan Jrebeng Kulon berniat bertemu memperkenalkan diri kepada Petinggi Wilayah Lingkup Kelurahan. Beruntung bisa bertemu dengan Ibu Lurah tepat pkl. 09.50 Wib.

Adapun yang disampaikan adalah perkenalan dari Babinsa tersebut. Beruntung juga, bahwa kekurangan personel yang selama ini untuk wilayah yang berstatus kelurahan maka Bintara Pendamping Desa/Kelurahan adalah dua orang. Selain karena menyesuaikan dengan tata aturan dalam penempatan personel, alasan lainnya adalah status kelurahan memiliki latar belakang masyarakatnya yang heterogen serta memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk lebih mempererat hubungan kerja dengan harapan bahwa terbangun komunikasi yang sehat untuk saling mendukung setiap pekerjaan. Terlebih, keberadaan Babinsa harus bisa eksis dalam mengayomi masyarakat. Disinggung terpisah kepada Serka Imam atas keperluannya di kelurahan, “penempatannya bukan untuk mengganggu melainkan bagaimana tenaga dan pikirannya bisa membantu dalam pola pembangunan sebagai implementasi eksistensi dirinya dalam membantu tugas pemerintahan kelurahan”.

Semua ini akan terlaksana bila seluruh komponen saling mendukung dan bahu membahu bekerja bersinergi satu sama lain atas dasar kekeluargaan dilandasi semangat membangun wilayahnya. Sekiranya tidak berlebihan bila setelah ini, bagi Serka Imam harus juga mengenal tokoh agama dan masyarakat serta komponen lainnya yang berperan dalam lingkungan tempat bekerjanya nanti. Juga, bagaimana bisa menjalin komunikasi dalam sikap dan perbuatan yang baik dengan seluruh warga sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai sekaligus mengeliminir sedikit mungkin (resiko) kesalahan.(Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *