114 views

KABAR PROBOLINGGO : Kebersamaan mayarakat bersama Tiga Pilar Kab. Probolinggo

Probolinggo, MA – Hari Jumat selalu menjadi simbol bagi yang mengharapkan kebaikan. Paradigma yang dikaitkan dengan peribadatan sudah meluas penjabarannya namun masih dalam konteks mencari kebaikan dalam setiap kegiatan. Ada yang memonumenkan menjadi rutin dengan istilah Jumat Bersih, ada pula kegiatan lepas namun menjadi rutin seperti kegiatan olahraga.

Di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Probolinggo ini diselenggarakan olahraga bersama. Di Desa Paiton Kecamatan Paiton sebagai salah satunya. Olahraga yang digelar adalah senam bersama seluruh komponen yang berada dalam sistem pemerintahan desa. Halaman yang cukup luas memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini (11-01-19). Kepala desa berikut perangkatnya, Bhabinkamtibmas dan tidak tertinggal Babinsa setempat Sersan Mayor Agung Koramil 0820-16/Paiton Dia tidak hadir sendiri yang ditemani dengan empat rekannya. “Sekitar 80 sampai 90 orang turut hadir dan maklum karena tataran desa serta niatnya adalah lebih menguatkan lagi sinergitas diantara kita”, sergah Serma Agung. Tentunya yang dimaksud menguatkan sinergitas adalah dalam lingkup pemerintahan desa.

Ada satu slogan sederhana namun cukup menarik perhatian dan kadang kita mengabaikannya dengan menyatakan “Olah Raga, Olah Rasa, Olah Karya”. Kadang kita tidak terpikirkan atau kita hanya mengasah satu diantara ketiganya tersebut. Tentunya, atas kesepakatan tiga pilar, kata tersebut bukan tanpa makna dan tanpa maksud sebagai slogan yang ingin dicapai bagi masyarakat Desa Paiton. Sedangkan tiga pilar adalah perangkat yang menaunginya sebagai abdi masyarakat yang memiliki beban tanggung jawab dalam mewujudkannya.

Atas sasaran yang ingin dicapai dalam penyelenggaraan senam bersama ini tentunya seusainya adalah bagaimana diantara individu yang hadir untuk saling bercengkrama baik dalam pembicaraan ringan maupun atas suatu pekerjaan yang sedang dihadapinya. Malah buah pikir dan jalan keluar terkadang muncul dari suasana yang rileks dan nyaman. “Tidak harus selalu dibawa dalam nuansa formal dalam membicarakan permasalahan kerja yang kita hadapi. Beruntung suasana kerja disini sudah tercipta baik sehingga tata nilai positif akan kita pertahankan sambil membenahi kekurangan”, ucap Serma Agung. Sinergitas tiga pilar tentunya akan menjadi absah dan menguatkan legitimasi suatu keputusan bila memperhatikan dan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakatnya.(Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *