128 views

Masyarakat Raba Ege Meminta Usut Tuntas Proyek Pembangunan Jalan

 

Sumba Barat Daya, NTT – Kasus proyek jalan sertu program dari Dana Desa di Desa Raba Ege, kecamatan Wewewa barat, kabupaten barat Sumba Barat Daya-NTT yang tidak selesai di tahun 2017. Ketua BPD paulus Dappa ole. Mengatakan Bawah proyek jalan sertu di desa raba ege yang dari we e kamura ke pu u kombo tidak sesuai dengan fisik jalan tersebut asal jadi dan paling terpenting jembatan tidak di selesaikan atau menyirami sertu dan tidak bisa untuk pakai kendaraan atau melintas.karna jembatan tersebut bulum di cor lantaiNya.

Terpaksa karna lamanya jembatan itu tidak di selesaikan oleh pihak kontraktor Ananias Bulu sebagai calon DPRD SBD dari Partai Nasdem periode 2019 sampai 2024.

masyarakat langsung membuat jalan darurat menggunakan jembatan tersebut  memasang balok di atas jembatan dan di pake untuk melintas.

Paulus dappa ole sebagai Ketua BPD juga mengatakan Bawah dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pekerjaan proyek tersebut atau rapat tentang keuangan Dana Desa yang di anggarkan di Tahun 2016 sampai 2017. Ketua BPD dan juga beberapa masyarakat telah melaporkan ke polres di tahun 2017. Tetapi dari pihak polres sumba barat tidak ada tanggapan.

Karna tidak ada tanggapan BPD dan Beberapa Toko masyrakat melaporkan kepada pemerintah kabupaten Sumba Barat Daya di kantor DPRD, tanggapan DPRD bawah di suruh untuk seluruh masyarakat untuk menunggu karna kami masih proses laporan tersebut dan dari kontor DPRD ketua BPD dan Masyarakat langsung ke kantor PMD dari PMD juga mengatan kepada masyarakat untuk kerja samanya dan menunggu beberapa hari untuk dapat di tanggapi lebih lanjut.

Toko Masyarakat Agustinus Suru Lena juga mengatakan bawah rapat penggunaan anggaran atau pembuatan RAPS Dana Desa tersebut tidak pernah libatkan oleh pihak masyarakat dan beberapa perangkat desa baik BPD dan Beberapa perangkat Desa.
Yang mengetahui penggunaan anggaran Desa dan raps desa hanya sekertaris desa sebagai kepala desa PLH dan beberapa jajarannya yang sepakat dengan kepala desa
Menurut Agustinus bawah jalan sertu yang jaraknya tiga (3) KM dan tidak selesai sampai dengan saat ini dan jembatan tersebut ditinggalkan begitu saja yang anggarannya 191 juta dan merugikan kami sebagai masyrakat dan merugikan keuangan Negara yg di peruntukkan kepada kami sebagai masyarakat kecil.

Agustinus  mewakili masyrakat mengatakan Keinginan kami sebagai masyrakat yang sudah di rugikan selama ini dari Tahun 2017 sampai Tahun 2019 sekarang ini.
Kami menginginkan keadilan dan kejujuran aturan dan Hukum dan kami ingin memproses sesuai dengan Hukum yang berlaku di NKRI karna kontraktor sudah 2 Tahun ini menghentikan perkerjaan tersebut dan merugikan kami sebagai masyarakat dan agustinus juga mengatakan bawah BPD pun tidak mengatahui raps desa dan tender jalan proyek Dana Desa yg anggaranNya 191 juta tidak ada dan pelaksaan kegiatan lain di desa yang di anggarkan kepala desa tidak sesuai dengan musyawarah dusun dan desa. Berarti itu hanya keputusan kelompok orang-orang kepala Desa Atas Nama Matius Ngo Ngo Bulu. Dan beberapa AparatNya dan BPD di Anggap Sebagai Lambang Di wilayah Desa kami dan kami sebagai masyarakat menuntut untuk proses sesuai hukum yang menyalah gunakan ADD baik kontraktor atau kepala Desa kata agustinus tgl 15 selasa 2019. Fasilitas yang di bangun dengan anggaran ADD WC,BAK Penampung Air dan Perumahan yang bahanNya di Kasih Seperlunya yang lebih prihatin jalan Sertu Dari We.e Kamura samapi di puu Kombo.(Petrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *