117 views

KABAR NTT : Wakil Ketua DPRD Hermanus, Akan Usut Perkerjaan Proyek Di Desa Raba Ege

Sumba Barat Daya-NTT, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya akan memanggil Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk menggali informasi terkait proyek pengerjaan jalan Desa Raba Ege Kecamatan Wewewa Barat yang sudah diterlantarkan. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Hermanus Ndara Djakadana,pada Selasa(15/01) ketika menemui perwakilan Masyarakat Desa yang datang menyampaikan aspirasinya.

Wakil Ketua DPRD SBD Hermanus Ndara Jakadana mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kedatangan masyarakat saat itu. Ia mengakui bahwa tindakan masyarakat ke DPRD adalah hal yang wajar.  Hermanus merupakan wakil rakyat yang harus membantu dan  menyampaikan ketidak adilan yang sudah meresahkan masyarakat kecil. Dirinya menambahkan bahwa akan segera menindak lanjuti kasus proyek tersebut yang sudah menghabiskan sekian banyak anggaran. Namun dirinya menjelaskan bahwa tidak bisa langsung mengambil sikap dalam menengani kasus tersebut.

Menurut Hermanus dalam penanganan kasus ini masih ada beberapa mekanisme yang harus dilalui. Sehingga dirinya meminta masyarakat untuk bersabar sampai pihaknya memanggil PMD untuk mengadakan rapat kerja. Hermanus menuturkan bahwa ketika pihaknya menemukan bukti yang kuat, hermanus akan menindak lanjuti kasus tersebut sesuai hukum yang berlaku.

“Beberapa hari kedepan kami akan segera bersurat ke PMD untuk diadakan rapat kerja, sehingga kami berharap supaya masyarakat dapat menunggu hasilnya nanti,  apa lagi kasus ini sudah sampai di meja DPRD sebagai wakil rakyat,  jadi biarkan pihak yang berwenang menenganinya dengan mekanisme yang berlaku,” tutur Hermanus ketika menerima perwakilan Masyarakat Desa.

Ketua BPD Desa Raba Ege Paulus Dapa Ole mempaparkan bahwa pembuatan jalan Desa ini menggunakan dana APBDES. Dia menjelaskan bahwa Pembuatan jalan ini dimulai dari pembukaan badan jalan sampai sertu. Namun sampai saat ini lagi ujarnya Paulus tidak ada penyiraman sertu. Jalan tersebut memiliki 4 deker dan 1 jembatan.  Menurut Paulus ketika ia menanyakan kepala desa secara lisan terkait anggarannya kurang lebih 190 juta. Dan dana tersebut lanjut Paulus sudah diberikan semua kepada kontraktor bahkan langsung dibuatkan berita acara.

Dirinya  sudah  menayakan keterlambatan pengerjaan proyek tersebut kepada penjabat yang menjadi PLT saat itu. Bahkan dia juga sudah menayakan kepada kepala Desa terlantik. Namun dirinya tidak mendapatkan penjelasan yang baik.

“Sudah,  kami sudah sampaikan ke BPMD dan POLRES, saat itu mereka jawab tunggu nanti kami akan turun periksa,  tetapi sampai hari ini kami tidak melihat mereka turun di Desa Raba Ege. Selama ini kami BPD seolah-olah ada hanya untuk melihat saja tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan program, sehingga saya akan terus menanyakan demi kesejatheraan masyarakat” tandas Dirinya.(Herman-Petrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *