108 views

KABAR PROBOLINGGO : Semarak Masak Bareng Chef Rudi Choirudin

 

 

Probolinggo, MA – Dalam rangka menyemarakkan puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Kota Kraksaan sebagai ibukota Kabupaten Probolinggo, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo menggelar kegiatan Masak Bareng Chef Rudi Choirudin di Gedung Islamic Center (GIC) Kota Kraksaan, Selasa (22/1/2019).

Kegiatan yang mengambil tema “Perempuan Kraksaan Kreatif, Tangguh dan Sukses” ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko, Forkopimda, sejumlah Kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo Hj. Sudjilawati Soeparwiyono beserta segenap pengurus.

Dalam kegiatan ini para undangan OPD mengenakan pakaian khas Kabupaten Probolinggo. Ibu-ibu mengenakan kain panjang batik karya pengrajin asli Kabupaten Probolinggo, baju lengan panjang berwarna putih dan mengenakan jilbab. Sedangkan yang Bapak-bapak mengenakan pakaian khas Jawa Timuran, sembong batik tulis dan Okra TMK atau Odeng Kacong Kraksaan Top Markotop.

“Memperhatikan launching City Branding Endless Probolinggo yang dicanangkan Ibu Bupati Probolinggo tanggal 20 Pebruari 2017 dan arahan khusus branding Kota Kraksaan sebagai kota industri kecil dengan sub tema Perempuan Kraksaan Kreatif, Tangguh dan Sukses, maka hari ini digelar event sinergitas berupa Masak Bareng Chef Rudi Choirudin,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE mengatakan tidak terasa sudah 9 (sembilan) tahun Kabupaten Probolinggo memiliki ibukota. Kalau dahulu pusat pemerintahan berada di Kecamatan Dringu, berkat kecerdasan masyarakat Kabupaten Probolinggo telah resmi memiliki ibukota. Dimana Kraksaan menjadi ibukota Kabupaten Probolinggo.

“Perjalanan 9 tahun harus terus kita pacu bersama semangat. Kita berkumpul bersama perempuan Kraksaan yang kreatif, tangguh dan sukses. Pemerintah Daerah ingin menjadi fasilitator bagi para perempuan Kraksaan untuk bersama-sama membangun Kota Kraksaan menjadi kota industri kreatif,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Tantri meminta Disporaparbud (Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Probolinggo untuk terus menggali kuliner Kabupaten Probolinggo secara keseluruhan.

“Hal ini penting supaya mampu meninggalkan sebuah catatan bagi generasi setelahnya. Warisan kuliner ini akan menjadi menu wajib dibukukan dan menjadi warisan bagi sesama,” tegasnya.

Tidak lupa Bupati Tantri menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat. Karena tentunya pembangunan Kabupaten Probolinggo akan terus berjalan yang arahnya jauh lebih baik dibandingkan 10 tahun lalu. Butuh dukungan dari semua pihak dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo, khususnya Kota Kraksaan agar masyarakatnya jauh lebih sejahtera dibandingkan sebelumnya.

“Tentunya Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen selalu memberikan pendampingan dalam rangka mewujudkan perempuan Kraksaan yang kreatif, tangguh dan sukses. Terima kasih kepada jajaran Forkopimda karena frekuensinya yang sama sehingga pembangunan di Kabupaten Probolinggo bisa berjalan dengan sukses,” pungkasnya.

Masak bareng Chef Rudi Choirudin ini juga dimeriahkan demo masak dengan menciptakan menu baru untuk dijadikan kuliner khas Kota Kraksaan. Yakni 2 (dua) jenis kudapan dan 1 (satu) minuman. Dimana selanjutnya menu baru ciptaan Chef Rudi Choirudin ini diberi nama Kue Getuk Gulung Duo, Kue Kamir Jagung dan Es Mangga Kraksaan. Kudapan ini semakin melengkapi kuliner sebelumnya yakni Bikang Pelangi Kraksaan, Bongko Manis Kraksaan dan Sarikaya Kraksaan.

“Kota Kraksaan ini menjadi tempat transit terbaik di Jawa Timur untuk rute Surabaya-Bali. Karena menjadi tempat transit, maka perempuan Kraksaan harus kreatif dan menangkap peluang ini. Jika tidak menjual makanan atau minuman tentunya akan rugi sendiri,” katanya.

Menurut Chef Rudi, buatlah makanan atau minuman dengan bahan baku yang tersedia banyak di Kota Kraksaan. Sebagai contoh adalah singkong dengan dibuat getuk. “Singkong ini kalau dijual biasa sangatlah murah. Tetapi jika diolah secara sederhana maka akan menambah nilai jualnya. Singkong ini dikasih gula dan pewarna maka akan jadi getuk yang nilai jualnya akan lebih mahal,” jelasnya.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran produk UKM yang ada di Kota Kraksaan dan promosi kopi organik dari Kelompok Tani Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil yang telah menginspirasi dan memberikan semangat baru budidaya kopi organik di Kabupaten Probolinggo. Serta promosi beras analog karya anak-anak SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan Genggong yang bahan bakunya berasal dari suweg dan daun kelor.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan kepada Kepala Kejaksanaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis atas perannya sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4D) di Kabupaten Probolinggo dan sertifikat hibah tanah kepada Kejari Kabupaten Probolinggo.

Diserahkan pula sertifikat organik untuk komoditas kopi oleh Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPTP) Surabaya Ardi Praptono kepada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE. Kemudian diserahkan kepada Kelompok Tani Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil.

Bupati Tantri juga menyerahkan sertifikat UTZ, sertifikat Uni Eropa, sertifikat SNI serta bantuan kendaraan roda tiga dan alat pasca panen dari Kementerian Pertanian RI. Serta hadiah kepada para pemenang lomba kudapan khas Kota Kraksaan yang diikuti oleh 18 TP PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Kraksaan. Diantaranya Bikang Pelangi Kraksaan, Bongko Manis Kraksaan dan Sarikaya Kraksaan. (Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *