132 views

KABAR LUMAJANG : Satres Narkoba Meringkus Pengedar Obat Terlarang

 

Lumajang, MA – Sepak terjang Satresnarkoba kembali tunjukan taringnya dengan mengungkap kembali kasus peredaran Narkoba di Kabupaten Lumajang pada Selasa 29 Januari 2019 dengan menyita pil Koplo sejumlah 94 butir dengan warna putih berlogo Y

Bertempat di dalam warung Kopi Paijo Desa Randuagung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang

Pihak kepolisian mengamankan tersangka atas nama MUHAMMAD FAISOL, Laki- laki, (21th), pemuda pengangguran. Alamat Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR. Muhammad Arsal Sahban,SH,SIK,MH, MM, menerangkan, “Tim Opsnal Satresnarkoba berhasil kembali  membekuk peredaran barang haram pil Koplo yg berada di tangan Tersangka atas nama Muhamad Faisol. Keberhasilan ini berkat kinerja anggota Polres Lumajang yg bekerja dengan maksimal dalam membasmi peredaran Narkoba Diwilayah Lumajang.

Untuk selanjutnya tersangka diamankan ke Polres Lumajang beserta barang bukti guna melengkapi berkas administrasi penyidikan dan untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Kasat Resnarkoba AKP, Priyo Purwandito, SH, menambahkan apa yang dijelaskan Kapolres Lumajang,

“kami berhasil menyita pil Koplo dari tangan tersangka setelah mendapat informasi tersangka berada di Tkp warung Kopi Paijo dengan membawa barang bukti tersebut yang disimpan di dalam kaleng rokok surya gudang garam. Saat melakukan penggrebekan, benar saja 94 butir pil Koplo berada dalam penguasaan tersangka”.

Menurut Soerdjono Dirjosisworo seorang pakar zat Psikotropika menjelaskan

“Narkoba ialah bahwa zat yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu bagi yang menggunakannya dengan memasukkan kedalam tubuh. Pengaruh tersebut bisa berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Sifat-sifat tersebut yang diketahui dan ditemukan dalam dunia medis bertujuan dimanfaatkan bagi pengobatan dan kepentingan insan di bidang pembedahan, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain, Namun saat ini sering kali ditemukan pemakaian obat obat tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.dan melebihi dosis yang tak terukur.

Tersangka dijerat Pasal 197 sub 196 UURI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal selama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).meskipun begitu berat ancaman hukuman bagi pengedar dan pemakai masi belum ada efek jera.(Djaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *