109 views

KABAR PROBOLINGGO : Sertu Misturianto Babinsa Koramil 0820/16 Paiton bagai Pemandu Wisata

Probolinggo, MA – Sambil menyelam minum air, yah, itulah yang dilakukan Babinsa Randu Tatah Sertu Misturianto bersama Babinkamtibmas saat berpatroli keliling wilayah binaannya, Rabu 30-01-19 Tepatnya di tempat wisata Pantai Duta terdapat kerumunan anak muda. Ternyata mereka adalah siswa siswa SMA Kalisat Jember yang mendapat tugas kelompok dari sekolah untuk mengetahui tentang pohon mangrove.

Sambil melepas lelah, Pak Mis yang biasa teman sejawatnya memanggil, menghampiri dan membiarkan mereka untuk menyelesaikan tugas sekolahnya. Berdebat akan pendapat serta membuat tulisan kecil untuk oleh-oleh tulisan yang diminta oleh gurunya. Mereka pun tanpa merasa canggung dan terus asyik walau ada dua aparat berseragam ada di sekitarnya. Mulai rileks dan fokus beralih kepada canda dan gurau, alih-alih cerita Pak Mis menghantarkan pandangan akan keberadaan Pantai Duta dengan pohon mangrovenya. Cerita terus mengalir dengan niat untuk turut memberikan pendapat besar harapan bisa membantu bila ada kekurangan data.

Sepintas mungkin sebagai cerita biasa, sesungguhnya Sertu Misturianto memberikan pemahaman wawasan kebangsaan. Kadang kita selalu terjebak dalam suatu pandangan bahwa wawasan kebangsaan hanya semata dengan melatihkan baris berbaris atau sosialisasi dogmatis. Padahal, wawasan kebangsaan bisa diaplikasikan dengan melihat lingkungan sekitar karena wawasan kebangsaan adalah cara pandang akan diri kita, budaya, sosial kemasyarakatan dan alam.

Pelestarian alam yang kita miliki, menjagakan lingkungan hayati berikut benda sekitar dengan menjagakan keseimbangan dan kesinambungannya adalah salah satunya dari sekian banyak mengetahui akan cara pandang kita pada negeri yang kita cintai ini. “Mereka ini masih muda yang meneruskan kita, kita ingatkan juga untuk menjaga tempat ini yang tidak harus dengan mencoret atau merusak tempat ini atau dimanapun”, imbuh Sertu Misturi. Adanya tempat ini kedepannya juga harus tetap ada dan lestari walau mereka bukan warga sini namun memberi andil yang entah besok atau lusa turut kembali berkunjung ke tempat ini. Sehingga apa yang mereka lihat besok lusa sepuluh atau dua puluh tahun kedepan mereka masih bisa bernostalgia tentang Pantai Duta, tambahnya.
Seperti pemandu wisata saja, padahal makna terkandungnya adalah seakan kita diajak merenung dan bercermin pada diri kita sendiri akan indahnya Indonesia ini. Sangatlah wajar banyak kepentingan ingin mengeksplorasi akan kekayaan kita ini, dengan cara apapun. Sehingga, yang bisa menggugah adalah mulailah kita sadar akan kemampuan kita percaya akan diri sendiri berpegang pada tata nilai budaya bangsa.(Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *