178 views

KABAR DESA : Bajak Tradisional Masih Menjadi Pilihan Utama Para Petani Desa Krobungan Krucil

Probolinggo, MA – Sapi dan Kerbau yang sering digunakan oleh para petani untuk membajak sawah di saat datangnya musim tanam. Di zaman modern ini sudah tidak banyak petani yang menggunakan alat bajak tradisional ini, para petani lebih memilih untuk menggunakan mesin traktor untuk menbajak sawahnya dengan alasan lebih cepat dan praktis.

Pada umumnya untuk mengolah sawah yang dimiliki oleh para petani disetiap masa setelah panen dan sebelum masa tanam diharuskan tanah yang sudah selesai di tanam harus segera di olah atau di balik dalam proses pembajakan sawah.

Hal tersebut sangat berpengaruh kepada hasil panen selanjutnya dan di setiap pergantian musim pasti berbeda pula jenis atau cara mengolah tanahnya seperti mengolah tanah untuk ditanam padi dengan mengolah tanah untuk di tanam cabai.

Di daerah Krucil tepatnya di Desa Krobungan Blok Manggis, garu dan singkal menjadi kebutuhan pokok mereka saat ingin membajak sawah dengan cara tradisional yakni menggnakan sapi untuk membajak sawahnya.

“Lebih enak memakai Garu dan Singkal dengan cara bajak tradisional menggunakan sapi atau kerbau, karena lebih ramah lingkungan, dan cara tradisional itu lebih luwes jika ada lahan sempit yang ingin dibajak gampang, kalau menggunakan traktor malah agak sulit.” Ungkap Pak Sostro (66) petani di Desa Krobungan tersebut (2/2/19).

Jika menggunakan sapi atau kerbau untuk membajak sawah lebih menguntungkan, hemat, dan menyenangkan. Karena selain sebagai tenaga untuk mendorong garu, sapi dan kerbau ini juga menghasilkan pupuk bagi para petani untuk menyuburkan tanahnya. Tak hanya itu dengan menggunakan garu dan sapi petani lebih bisa dengan luwes membajak sawah walaupun tanahnya itu sempit,”pungkas Sostro (Pu2t)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *