132 views

KABAR PASURUAN : Musim Penghujan, Bupati Irsyad Yusuf Himbau Masyarakat Waspadai Demam Berdarah

 

Pasuruan, MA – Lantaran ada 19 laporan warga yang terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD) di bulan januari 2019 lalu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menghimbau seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk sebagai bagian dari bentuk kewaspadaan.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati Irsyad Yusuf di sela-sela kesibukannya, Sabtu (02/02/2019) pagi.

Menurutnya, penyakit DBD adalah penyakit yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat. Terbukti dari 19 laporan warga, 2 diantaranya meninggal dunia akibat DBD. Oleh karena itu, Irsyad menghimbau kepada seluruh Dinas/Badan/Kantor, Camat, Lurah/Kepala Desa serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan dan mengidentifikasi Gerakan Masyarakat (Germas) terhadap DBD.

“Apalagi musim penghujan seperti sekarang ini, banyak tempat-tempat yang tergenang air dan dijadikan sarang nyamuk DBD. Harus kita waspadai sedini mungkin, demi dapat menjaga kesehatan lingkungan kita masing-masing,” katanya.

Selama ini, untuk mengajak masyarakat agar lebih waspada akan bahayanya DBD, Pemkab Pasuruan telah mencanangkan G1R1J (Gerakan 1Rumah 1 Jumantik) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Geram (Gerakan Bersama Masyarakat, Siswa, Santri dan Karyawan Anti Nyamuk) Sikat Nyamuk P-G1R1J, di Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari, akhir oktober 2018 lalu. Kata Irsyad, pencanangan G1RI1 adalah sebagai langkah untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aeides Aegepty.

“ Intinya, setiap satu rumah bertanggungjawab terhadap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumahnya. Mari bersama-sama membersihkan lingkungan di sekitar tempat kerja maupun tempat tinggal masing-masing dan melaksanakan 3M plus ” ucap pria yang jago segala jenis olahraga itu.

Untuk mendukung pencanangan G1R1J, Pemkab Pasuruan melalui Dinas Kesehatan telah mencetak 350 kader gemas darling (gerakan masyarakat sadar lingkungan) melalui 5 angkatan dan tersebar di seluruh desa endemis. Irsyad berharap, setiap kader dapat menjadi supervisor jumatik di setiap desa endemis yang bertugas merekap pelaporan coordinator jumantik di setiap RT (rukun tetangga) di wilayah desa endemis.

“Jumantik juga berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapaan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Vektor penular penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti yang senang berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita. Maka dari itu, peran jumantik dan kader sangat penting,” tambahnya. (Den Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *