131 views

KABAR BLITAR : Penuhi Air Bersih, Kementerian ESDM Serahkan Sumur Bor

 

Blitar, MA – Pemerintah Kabupaten Blitar menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian ESDM yang telah memberikan bantuan sumur bor. Hal ini disampikan oleh Agus Santosa, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Rabu, 13 Pebruari 2019 di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Santosa juga berpesan agar masyarakat menjaga sumur bor termasuk mengajak melestarikan alam, termasuk menjaga air. Karena air merupakan sumber kehidupan.

Sementara itu, sesuai dengan release dari Kementerian ESDM, Kepala Pusdatin, Kementerian ESDM, Ir. Agus Cahyono Adi, M.T. melakukan penyerahan sumur bor air bersih yang dibangun oleh Badan Geologi, Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2018 di Kabupaten Blitar dan Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Penyerahan sumur bor dilaksanakan di lokasi sumur bor Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung.

Penyerahan ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018 ini, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Penyerahan ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam, dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

Program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an ini, terhitung dari tahun 2005 s/d 2018 sebanyak 2288 unit sumur bor dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tahun 2018 telah dibangun1 unit sumur bor yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar dan 1 unit sumur bor yang terletak di Desa Ngusikan, Kec. Ngusikan, Kab. Jombang.

Sementara itu, sumur bor Desa Sidomulyo, Kec. Bakung, Kab. Blitar memiliki kedalaman 130 m, debit air1 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVA, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter. Sumur bor tersebutmampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 1400 jiwa penduduk.

Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM terus berupaya menambah anggaran program ini agar dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak.

Dimana jumlah daerah sulit air bersih di Indonesia, baik karena langkanya sumber air bersih atau karena kualitasnya yang kurang baik, masih cukup banyak, yang ditandai dengan masih banyaknya permintaan bantuan sumur bor air tanah dalam dari berbagai wilayah di Indonesia. Tahun anggaran 2018, Kementerian ESDM telah membangun sumur bor sebanyak 506 unit di seluruh wilayah Indonesia, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2017. Dan pada tahun anggaran 2019, jumlah unit sumur bor yang akan dibangun ditingkatkan kembali menjadi 650 unit. Untuk diketahui, kegiatan itu dihadiri beebrapa pejabat dari Kementerian ESDM dan pejabat dari Kabupaten Jombang. (Mahaputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *