161 views

KABAR PROBOLINGGO : Kebahagian Seorang Janda Tua Saat Rumahnya Terkena Program RTLH

 

Probolinggo, MA – Senangnya hati Ibu Atmoya saat rumahnya sudah mulai digarap dalam Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kodim 0820/Probolinggo dan dalam pelaksanaannya pengawasan dari Koramil 0820-07/Wonomerto. Tepatnya lima hari yang lalu sudah mulai digarap dan saat ini bisa dikatakan sudah enam puluh Lima persen pengerjaan.

Janda dua orang anak berusia 67 tahun yang kini hidup bersama anak kedua dan telah berkeluarga dengan pekerjaan buruh tani bila ada tetangga yang membutuhkan tenaganya. Atau bila senggang, hanya bisa menunggui cucunya. Anak yang paling besar juga sudah berkeluarga yang terletak disebelahnya. Sayangnya, kedua anaknya tersebut sebagai kuli serabutan di Kota Probolinggo. Saat ini keduanya sebagai buruh penghancur batu yang juga hidup subsisten kembang kempis.

 

Dengan bahan yang sudah lengkap dan didekatkan pada posisi rumahnya, Serda Kholis, Babinsa Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, bersama dua rekan lainnya mulai “menyulap” rumah tersebut. “Rumah ini yang saya kerjakan pertama sehubungan material sudah lengkap dan saya dibantu rekan lainnya”, ucap Serda Kholis, Jum’at pagi (15-02-19).

Rumah beralamat di Dusun Bindung RT 03 RW 01 Desa Tunggak Cerme Kec. Wonomerto sudah terlihat menawan walau belum seratus persen. Kholis menyadari bahwa pekerjaan merenovasi rumah ini sedikit tantangan. Pasalnya benar-benar dengan keluarga yang tidak mampu dan tidak juga mengharapkan bantuan dari anaknya yang dapat kerja cukup untuk penuhi hidupnya pada hari itu dan berbagi dengan orang tuanya.

Namun, yang memberi energi adalah Ibu Atmoya selalu hadir dengan senangnya dan walau dengan tubuh rentanya turut membantu mengangkati bata merah. Atau hanya sekedar membantu ambil air dengan ember. “Bagaimana bila itu orang tua kita sendiri, tapi dilarang aja tetap tidak mau”, sergah Serda Kholis. Namun, segera juga dijawab oleh Ibu Atmoya dengan bahasa Maduranya yang tidak jauh artinya adalah “siapa yang tidak senang dibuatkan rumah, biar saya bisa cepat tinggal dengan rumah baru”, sergahnya.(Puput)

 

Reporter: Mahfudz
Editor : Senopati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *