115 views

KABAR LUMAJANG : Pada ahirnya jalur mediasi berhasil membuka portal tambang pasir di jarit

 

Lumajang, MA – Aksi unjuk rasa sopir truck  memaksa pembukaan portal menuju areal tambang pasir di perbatasan Desa Jugosari-Desa Jarit Kecamatan Candipuro kembali memanas. Sopir armada truk dengan warga nyaris bentrok dan beruntung aparat kepolisian bisa cepat datang ke lokasi, dan bisa meremdam konflik yang terjadi

Sekitar 10.50 WIB sopir berkumpul diportal dan bertemu dengan warga yang menolak dibukanya portal Dengan jumlah warga sekitar 150 orang. Kemudian perwakilan warga pro dan kontra melaksanakan pertemuan di rumah amsul Dusun Uranggantung Desa Jarit Kecamatan Pasirian.

Para sopir truck menuntut Karena pembangunan jalan tambang telah melebihi batas waktu yang ditentukan dan pembangunan jalan tambang hingga saat ini jalan belum selesai. Warga siap melakukan negosiasi akan tetapi selama ini sebagian sopir sering kali melakukan pelanggaran.yang sudah di sepakati.

Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Eko Hari Sucahyo SH menyampaikan pihaknya berharap kepada kedua belah pihak agar sama-sama bersabar agar tidak ada yang merasa dirugikan karena ini sifatnya untuk sementara waktu. “Polisi siap mengantarkan perwakilan warga kepada Bupati Lumajang mengenai persoalan tambang ini

Kesepakatan antara perwakilan sopir truck dengan warga Dusun Uranggantung dibacakan oleh Kades Jugosari mahmudi dan hasil kesepakatan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak kemudian saling sepakat pada pukul 13.00 wib warga membubarkan diri.

Pada ahirnya masa dari sopir Armada Truck pasir membubarkan diri setelah mendapatkan hasil keputusan dan kesepakatan perpanjangan jangka waktu untuk penyelesaian pengerjaan jalur alternatif menuju areal tambang pasir

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban mengatakan, kalau ada yang anarkis soal tambang pasir, pihaknya akan menangkap dan proses hukum. Polisi akan mencari siapa master mindnya.

“negara ini adalah negara hukum, semuanya harus sesuai aturan yang ada. tidak boleh ada yang memaksakan kehendaknya sendiri. saya minta agar gunakan jalur mediasi dan komunikasi untuk mencari kesepakatan yang menciptankan kedamaian ujarnya

Portal tambang pasir yang dibuat warga dengan besi, akhirnya dibuka sesuai dengan kesepakatan.yang sudah disepakati dari kedua belah pihak antara warga dengan sopir.armada.(Djaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *