124 views

KABAR PROBOLINGGO : DLH Sosialisasikan Permen LHK RI Program Kampung Iklim

 

Probolinggo, MA – Sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) RI Nomor 84 Tahun 2016 Tentang Program Kampung Iklim dan pembentukan Kampung Iklim di Pondok Juice & Cafe Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan, Rabu (20/2/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang peserta yang berasal dari Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Desa Sukomulyo dan Sukokerto Kecamatan Pajarakan serta Desa Randutatah Kecamatan Paiton. Terdiri dari Lurah/Kepala Desa, TP PKK, Ketua RT/RW, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo melalui Kasi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sutopo mengatakan program Kampung Iklim merupakan program yang berlingkup nasional yang dikembangkan oleh Kementerian LHK RI untuk mendorong partisipasi masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Program Kampung Iklim ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang memahami permasalahan perubahan iklim dan dampaknya serta melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara proaktif yang berkontribusi dalam pencapaian pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut Sutopo, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pembentukan Kampung Iklim di desa dan kelurahan berdasarkan Permen LHK RI Nomor 84 Tahun 2018 Tentang Program Kampung Iklim.

“Pembentukan Kampung Iklim ini sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam rangka menanggulangi dampak dari perubahan iklim,” tegasnya.

Lebih lanjut Sutopo mengharapkan supaya program Kampung Iklim ini mampu menambah semangat untuk membangun ketahanan iklim dan mengurangi GRK (Gas Rumah Kaca) melalui kegiatan adaptasi dan mitigasi demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga dengan kegiatan ini, desa/kelurahan mampu membentuk Kampung Iklim untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Karena mengantisipasi dampak perubahan iklim itu lebih baik dari pada penanggulangan dampak perubahan iklim,” harapnya.

Sutopo menambahkan kata akhir dari pembentukan Kampung Iklim ini nantinya dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam rangka penanggulangan dampak perubahan iklim. “Kalau sudah terbentuk Kampung Iklim ke depan akan diverifikasi oleh DLH Kabupaten Probolinggo. Jika nilainya lebih dari 51%, bisa diusulkan mengikuti penilaian Proklim tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional,” pungkasnya. (Pu2t)

 

 

Reporter : Mahfudz
Editor : Senopati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *