124 views

KABAR PROBOLINGGO : Kaum Ibu-Ibu Pun Turut Serta Membantu RTLH Bersama Babinsa

Probolinggo, MA – Menyentuh dan haru, juga bisa mengembangkan senyum. Perilaku yang ditunjukan akan membawa sikap kita kepada suasana seperti itu. Sudah sekian lama berjalan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni bagi keluarga yang tidak mampu ini ternyata memberi cerita sendiri-sendiri bagi para Babinsa yang mengerjakannya. Ada yang memandang biasa saja karena kepasrahannya selama ini, ada pula yang memandang sebagai berkah yang tiada terkira, Rabu ( 20-2-2019 )

Sedikit pengalaman yang sempat terulas oleh Danramil 0820-13/Krejengan Kapten Arh Made Lugianta yang melihat hasil pekerjaan anggotanya di Desa Patemon pada rumah sasaran yang dikerjakan milik Ibu Rubi’ah (69 tahun). Bukan sekali saja dilihatnya, namun ini kali kedua bagi Danramil Krejengan ini penasaran hanya ingin mengamati saja aktivitas dalam renovasi rumah disana. Yah, bukan kaum laki-lakinya yang turut membantu para Babinsa, tapi para ibu-ibu tua tetangga Ibu Rubi’ah yang membantunya.

“Saya mengira hanya spontanitas sesaat karena saya ada untuk meninjau pekerjaan anggota. Hari ini saya amati juga sama”, ucap Kapten Arh Made. Mereka membantu mengangkati bata yang tertumpuk mendekatkan pada para pekerja. Apa yang mereka bisa buat maka mereka lakukan tanpa sungkan. Kenapa para ibu-ibu ? Ternyata kaum Adamnya adalah pekerja lepas yang harus kerja mencari nafkah kesehariannya, bekerja sebagai buruh. Para tetangga ini pun senang membantu kaitannya karena mereka sendiri tidak bisa memberikan lebih pada Ibu Rubi’ah atas kondisi rumahnya, sehingga dengan ada bantuan rumah ini dipandangnya sebagai kesempatan untuk turun tangan meringankan dengan bantu tenaga.

Sesuai dengan kemampuan mereka. Itu yang bisa menjawabnya. Bila sekedar makan sama-sama berbagi apa yang dimasak sudah menjadi biasa. Namun, berbicara membantu kebutuhan rumah, mereka pun belum sanggup membantu tetangganya. Tenagalah yang bisa diberikan sebagai sumbangsih. Bila ditanya kepada Ibu Rubi’ah tentang perasaannya, dijawabnya hanya dengan tawa dan cukup dengan kata “senang”. Hanya senang yang keluar dari mulutnya. Senang pula terlihat dari perangainya atas setiap saat melihat perubahan rumahnya.(Pu2t)

 

Reporter : Mahfudz
Editor : Senopati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *