120 views

KABAR LAMPUNG TIMUR : Edi Arsadad : Korban HAM Talangsari Belum Dapatkan Keadilan

Lampung (MA)  – Korban dan keluarga korban Talangsari Lampung menyesalkan adanya  deklarasi damai dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu Talangsari 1989 oleh Tim terpadu Kemenko Polhukam di Pemkab Lampung Timur.
Deklarasi damai dianggap melukai hati para korban yang selama ini terus berjuang menuntut keadilan di tuntaskanya kasus pembantaian jamaah pondok pesantren Anwar Warsidi itu.
Edi Arsadad selaku koordinator  paguyuban keluarga dan korban Talangsari Lampung (PK2TL) menyesalkan agenda yang seharusnya  menjadi sebuah harapan para korban untuk mendapatkan keadilan justru menjadi sebuah penghambat bagi perjuangan mereka.
” tim terpadu bukan kali ini saja di bentuk,  pada saat pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga sudah pernah dibentuk tim bersama Komnas Ham, namun selalu saja tidak ada hasil kongkret dari apa yang mereka lakukan. Apa yang menjadi keinginan dan tuntutan dari korban tidak pernah sampai kepada mereka” Ujar Edi  di Sekertariat PK2TL Desa Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur. Kamis siang,  (21/02/2019).
Dikatakan Edi, Korban peristiwa Talangsari 1989 hingga saat ini masih belum mendapatkan keadilan secara hukum,  Deklarasi damai yang di lakukan oleh tim terpadu Kemenko Polhukan bersama salah seorang tokoh masyarakat Dusun Talangsari seharusnya tidak dikaitkan dengan proses hukum dugaan kasus pelanggaran Ham berat yang terjadi pada 6 – 7 februari 1989 itu.
” Seseorang yang mengaku tokoh itu memang warga Dusun Talangsari,  tetapi bukan Korban ataupun keluarga korban pada peristiwa tersebut . Jadi sangat jelas tokoh tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus Talangsari,  anehnya di buatlah pertemuan oleh mereka seolah – olah telah ada perdamaian,  agar kasus pelanggaran Ham Talangsari tidak berlanjut ke Pengadilan Ham” kata edi.
Pada Rabu (20/02) tim terpadu Kemenko Polhukam yang di ketuai oleh Brigjen TNI Rudy Syamsir bersama Forkopimda Lamtim dan seorang tokoh masyarakat Dusun Talangsari sepakat melakukan deklarasi damai dugaan pelanggaran HAM di Pemkab Lampung Timur. Brigjen TNI Rudy Syamsir mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka tugas penanganan dugaan pelanggaran HAM berat Talangsari 1989.
“seharusnya yang tim terpadu temui adalah mereka yang menjadi korban dalam peristiwa itu,  agar mendapat jawaban langsung dari para korban dan keluarganya.  Apa yang mereka inginkan dan menjadi tuntutannya ” pungkas Edi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *