134 views

KABAR SRAGEN : Peringati Hari Peduli Sampah, Bupati Sragen Ajak Masyarakat Olah Sampah

 

Sragen, MA – Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengelolaan sampah untuk mengurangi volume di pembuangan akhir sampah. Semua stakeholder terkait harus bisa memberikan edukasi ke masyarakat umum, tentang pengolahan sampah dari limbah rumah tangga. Sampah organik dari rumah tangga diusahakan dapat dibuat kompos dan hasil Kompos dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan atau bisa dijual/disumbangkan ke bank-bank sampah terdekat.

Dilingkungan masyarakat tingkat RT/RW diharapkan dapat membentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) dalam pengelolaan sampah dan dapat dibentuk bank sampah. Dari hal inilah, kita harus bisa memberikan edukasi agar masyarakat bisa lebih peduli dalam mengolah dan memilah sampahnya dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sragen dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019 di TPA Tanggan, Kecamatan Gesi, Kamis 21/2/2019.

Lebih lanjut Bupati menerangkan bahwa di semua zona ruang publik di sragen sudah disediakan tempat sampah secara terpisah untuk sampah organic dan anorganik.

“Tetapi, ketika Saya buka satu-persatu tong sampah itu masih bercampur, berarti edukasi kepada masyarakat belum maksimal tentang memilah sampah, padahal sudah diberi contoh dan sudah ada sosialisasi,” terangnya.

Ditengah persoalan terbatasnya volume daya tampung TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah dan kepedulian masyarakat yang belum optimal terhadap sampah, pemerintah Kabupaten Sragen tak henti-hentinya menghimbau masyarakat agar dapat mengelola sampahnya dengan baik.

“Kita harus memiliki TPA lain, untuk menampung sampah yang kita miliki. Tahun 2020 kita anggarkan mempunyai TPA di daerah lain, sehingga bisa menampung sampah untuk wilayah lain. Tetapi Itu tidak ada artinya, apabila tidak kita berikan edukasi ke masyarakat dalam hal mengolah sampah sejak dini,” jelas Bupati.

Apel gabungan yang terdiri dari unsur Tni-Polri, Muspika kecamatan Gesi, Siswa-siswi Sekolah, ASN dari Dinas terkait ini, Bupati menekankan untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat yang utama, disamping itu hal ini guna memperoleh kembali penilaian Adipura untuk Sragen.

Sementara itu, kepala Dinas Lingkungan Hidup Nugroho EP menyatakan bahwa Jumlah penduduk Kabupaten Sragen tahun 2019 adalah 900.492 jiwa, luas wilayah 941,55 km2 dengan estimasi timbulan sampah sebesar 678,86 ton/hari.

Sedangkan sampah yang terlayani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen baru 114,59 ton /hari dengan luas wilayah layanan 73,19 km2.

Sehingga sangat diperlukan peran serta aktif masyarakat untuk dapat mengelola sampah rumah tangga dengan benar sebagai upaya pengurangan dampak sampah di lingkungannya.(Beny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *