135 views

KABAR PROBOLINGGO : Dinkes Sosialisasikan Pemberian Obat Pencegahan Masal Kecacingan

 

Probolinggo, MA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan sosialisasi dan advokasi Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Kecacingan, Senin (25/2/2019). Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang terdiri dari perwakilan Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Dinas Pendidikan, TP PKK kabupaten Probolinggo serta Pengelola Program Kecacingan se-Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi kebijakan program nasional filaria dan kecacingan evaluasi program kecacingan tahun 2018 di Kabupaten Probolinggo, epidemiologi penyakit dan tatalaksana pengobatan serta kaitan antara gizi anak dan kecacingan. Selain dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, materi juga disampaikan oleh narasumber dari Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Veronica menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan sampai 75% pada anak usia pra sekolah dan usia sekolah (1-12 tahun) di semua daerah endemis sehingga menurunkan angka kecacingan dan tidak menjadi masalah kesehatan di masyarakat terutama di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu untuk sosialisasi dan advokasi program kecacingan tahun 2019, koordinasi pemberian obat cacing pada tahun 2019, meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan pada balita dan anak sekolah usia 12 bulan sampai 12 tahun di semua daerah endemis sehingga menurunkan angka kecacingan dan tidak menjadi masalah kesehatan di masyarakat serta meningkatkan kemitraan dalam pengendalian kecacingan di masyarakat dengan pemangku kebijakan, lintas sektor dan organisasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Liliek Ekowati mengatakan Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan, salah satu diantaranya ialah cacing perut yang ditularkan melalui tanah.

“Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian, karena menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Liliek, prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit ini. “Penyakit cacingan tersebar luas baik di pedesaan maupun di perkotaan. Angka infeksi tinggi, tetapi intensitas infeksi (jumlah cacing dalam perut) berbeda,” jelasnya.

Liliek menerangkan, kegiatan POPM kecacingan di Kabupaten Probolinggo telah dimulai pada tahun 2015 dan akan dilaksanakan selama 5 tahun. Sampai saat ini memasuki tahun ke 5 (lima).

“Pada tahun 2019 pelaksanaan kegiatan POPM Kecacingan terintegrasi dengan program gizi karena Kabupaten Probolinggo termasuk 11 Kab/Kota dengan wilayah stunting,” tegasnya.

Lebih lanjut Liliek menambahkan pelaksanaan POPM Kecacingan dilakukan dua kali dalam setahun (bulan April dan Oktober) dan didapatkan sasaran pada bulan April 2019 posyandu 1374 sasaran, PAUD/TK 1124 sasaran, SD/MI 1019 sasaran, sasaran usia 12-23 bulan 20968 sasaran, sasaran usia 24-59 bulan 48318 sasaran, sasaran usia 5-6 tahun 29388 sasaran, sasaran usia 7-12 tahun 107941 sasaran dan jumlah sasaran 206943 sasaran.

“Guna mendukung pelaksanaan kegiatan bulan kecacingan tahun 2019, diperlukan peran serta masyarakat baik perorangan maupun organisasi sehingga diharapkan menurunkan angka kesakitan akibat kecacingan di Kabuaten Probolinggo,” pungkasnya. (Pu2t)

 

Reporter: Mahfudz
Editor : Senopati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *