126 views

KABAR PROBOLINGGO : Puluhan Warga Desa Alasnyiur Dilatih Ketrampilan Pembuatan Kue Kering

 

Probolinggo, MA – Sedikitnya 25 orang pelaku usaha di Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk mendapatkan pelatihan ketrampilan pembuatan kue kering (opak gambir) dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo di Sekretariat Kampung KB Desa Alasnyiur Kecamatan Besuk, Selasa (26/2/2019).

Pengembangan usaha alternatif melalui pembinaan dan pelatihan ketrampilan kerja bagi wirausaha baru ini dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono, Camat Besuk Teguh Prihantoro, Kepala Desa Alasnyiur Hasan Basri serta narasumber Warsiatun (pelaku usaha dari Kecamatan Kotaanyar).

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai peluang usaha atau usaha alternatif yang memberikan potensi seiring dengan mudahnya bahan dalam memperolehnya,” ungkap Kasi Pengembangan Kewirausahaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Iin Kasiani.

Menurut Iin, pelatihan ketrampilan pembuatan kue kering ini bertujuan untuk membuka pola pikir masyarakat untuk dapat lebih memanfaatkan potensi ekonomi sebagai langkah memulai usaha yang memberikan jalan keluar dari peluang calon wirausaha baru.

“Serta memotivasi calon pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan kreatifitas untuk membentuk jiwa entrepreneur untuk menciptakan produk-produk khas dari Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki desa untuk mewujudkan usaha baru dan penciptaan lapangan pekerjaan baru yang pada akhirnya mampu mengentaskan kemiskinan.

“Karena tupoksinya adalah usaha, maka kami mencoba menggali usaha yang ada di daerah sesuai dengan potensi daerah dan pasar. Sehingga kami mencoba memberikan bekal ketrampilan melalui pelatihan. Pasar disini cukup bagus sehingga hal ini merupakan sebuah peluang. Dari peluang inilah kami memaksimalkan potensi daerah untuk mengatasi kemiskinan,” katanya.

Menurut Nanang, pelatihan ketrampilan pembuatan kue kering ini dilakukan untuk memberikan ilmu pengetahuan dalam hal pembuatan kue kering. Apalagi produk lokal yang dihasilkan masyarakat terbukti lebih aman, sehat dan nyaman karena bahan bakunya alami sehingga harapannya tidak terlena dengan produk-produk luar.

“Dengan kegiatan ini saya mengharapkan nanti muncul usaha-usaha baru sesuai dengan potensi alam yang ada disini agar bisa berdaya saing dengan daerah lain. Sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai upaya pengentasan kemiskinan,” harapnya.

Sedangkan Camat Besuk Teguh Prihantoro meminta agar pelatihan ketrampilan pembuatan kue kering ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk belajar dan menimba ilmu. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk bisa berlatih membuat kue kering.

“Jangan disia-siakan kepercayaan ini. Ikuti pelatihan ini sampai selesai dengan serius. Setelah pelatihan jangan berhenti dan terus asah kemampuannya dalam membuat kue kering,” ujarnya. (Pu2t)

 

Reporter : Mahfudz
Editor : Senopati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *