124 views

KABAR BANYUWANGI : Sambut Nyepi Dengan Melasti Di Pantai Gumukkantong

Banyuwangi, MA – Umat Hindu Desa Sumbersewu dan sekitarnya melakukan ritual keagamaan “Melasti” mengambil air suci dilaut sebagai simbol kebesaran Tuhan yang maha Esa, untuk dapat membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik hingga menjadi manusia yang penuh kesucian untuk memberikan dampak baik kepada sesama,

Marsaid pengemong Parisada Hindu kecamatan Hindu, menjelaskan tentang apa rangkaian acara keagamaan umat Hindu , Melasti dan Tawor/Pencaruan, dan tapa Bratadari proses pengambilan Tirta dilaut, hingga persembayangan dan hingga menjelang sore dilanjut dengan keliling desa membawa ogoh-ogoh pada tengah malam nanti hingga acara Nyepi dimulai, pada jam 00.00 sampai sehari semalam, dalam tapa Brata dengan melakukan tiga proses,
Ameti Geni, Ameti Lelungan, Ameti Karya,Minggu (03/03/19)

Dari pantauan media online Abpedsi.com nampak para umat yang mengikuti acara sangat khusyuk walaupun ditengah terik matahari pantai gumukagung dusun Krajan desa Sumbersewu kecamatan Muncar,

Melasti ini dipimpin langsung pemangku agama Hindu dari Bali
“Ida Pandita Mpu Darma Mukti Sida Kerthi dari Griya Amla Buana Afum Sari Tukat Mungga Buleleng Propinsi Bali, dengan beberapa pecalang dari pulau Dewata,

Nampak kepolisian sektor Muncar turut ngepam mengamankan jalannya acara, dari kanit intelkam Iptu Joko, dan jajaran,
Bersama para pecalang, pura Blambangan,

Dalam wawancara dengan pihak kepala desa yang turut mendukung jalan acara keagamaan umat Hindu mengatakan bahwa ini kami, warga desa Sumbersewu kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi, yang memang memiliki tradisi multikultural yang harus dilestarikan adalah warisan leluhur, sebagai simbol Kebhinekaan dengan ragam agama tetap menjadi rasa persatuan dan kesatuan, mas bisa lihat sendiri, hal ini cukup memberikan kontribusi besar dari berbagai sudut, contoh pedagang itu mas, diacara Melasti ini bisa mengais rezeki para pedagang kaki lima, hal ini patut kiranya kita terus menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama, tutup mantan kadus Krajan desa Sumbersewu.(Saiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *