132 views

KABAR LUMAJANG : Bupati tegaskan akan tetap perangi kemaksiatan di lumajang

Lumajang, MA – Bupati Lumajang Thoriqul Haq, M.ML., menyatakan perang melawan kemaksiatan. Hal itu disampaikannya usai menjadi imam sholat Jum’at di Masjid Misbahul Huda Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Jum’at (29/3/2019).

Sebagai seorang santri, Cak Thoriq memiliki landasan memerangi kemaksiatan atau kemungkaran.

Ia mengungkapkan, ada tiga cara dalam upaya memerangi kemungkaran tersebut, yaitu menggunakan tangan (tindakan), menggunakan lisan (nasihat), dan menggunakan hati (do’a).

Oleh karena itu, sebagai orang yang memiliki kekuasaan mengambil kebijakan, Cak Thoriq ingin memastikan Kabupaten Lumajang jauh dari kemaksiatan.

“Hal yang utama, memastikan bahwa di Kabupaten Lumajang tidak boleh ada tempat maksiat supaya pemerintah ada barokahnya. Artinya, ada nilai keagamaannya dan yakin masa depan anak-anak kita tidak terganggu dengan tempat maksiat,” ujarnya.

Cak Thoriq menyampaikan, bahwa safari jum’at yang ia lakukan merupakan bentuk jemput bola informasi langsung terkait permasalahan yang ada di masyarakat.

“Nanti kita dialaog, saya ingin mendapatkan informasi dari masyarakat, permasalahan yang ada di warga masyarakat,” tandasnya.

Cak Thoriq menekankan program biaya persalinan atau ibu melahirkan gratis, hanya dilakukan di Puskesmas, Rumah Sakit Pemerintah maupun Rumah Sakit Swasta yang ada di Kabupaten Lumajang. Program lainnya, antara lain pemberian seragam gratis untuk siswa baru, SPP gratis, penambahan kuota guru ngaji yang mendapatkan honor, santunan duka kematian, dan bantuan rukun kematian.

Dalam hal lain, Cak Thoriq menyatakan berkomitmennya untuk menyelesaikan satu persatu permasalahan yang ada di Kabupaten Lumajang, termasuk infrastruktur jalan yang rusak ataupun yang memerlukan pembangunan.

Seiring dengan itu, pihaknya juga harus mampu memverikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kab. Lumajang. Langkah yang ditempuh, afalah mebekan sedekit mungkin tindak kriminalitas. Persoalan kriminalitas itu, diatasi bersama dengan instansi terkait, yaitu, TNI, Polri dan melibatkan warga masyarakat (Djaka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *