100 views

KABAR SEMARANG : Rukma : Semua Pihak Untuk Menjaga Iklim Sejuk di Jateng

SEMARANG, MA – Pesta demokrasi Pilpres dan Pileg yang akan diilaksanakan serentak 17 April 2019 mendatang diharapkan di Jateng berlangsung damai.

Hal ini mengemuka saat diskusi yang diselenggarakan Radio Trijaya FM dengan prime topic “Kampanye Damai dan Pendidikan Politik” di salah satu lobby hotel, Selasa (2/4).

Salah satu nara sumber Ketua DPRD Jateng, Rukma Setiabudi mengatakan, pesta demokrasi merupakan pestanya rakyat yang seyogianya kita sambut dengan riang gembira.

Apalagi penyelenggaraan Pilpres dan Pileg dilakukan lima tahun sekali, dan ini hanyalah untuk memilih pemimpin yang terbaik. Sehingga perbedaan pilihan adalah hal biasa.
Jangan sampai kita menyebarkan isu sara sehingga bangsa dan negara ini yang rugi,” pintanya.

“Yang penting jangan memaksakan kehendak. Pilihlah sesuai hati nurani, toh ini juga bebas dan rahasia,” tandasnya.

Jangan sampai pilpres dan pileg yang berlngsung sehari memutuskan silaturahmi persaudaraan, persahabatan, dan bertetangga yang selamanya kita jalin.

Untuk ini kami berharap kepada semua pihak untuk bisa menjaga kedamaian, iklim sejuk, nyaman, dan aman di Jateng. Sikapilah perbedaan pilihan dengan dewasa.

Diana dari KPU Jateng mengatakan, KPU Jateng sudah memberi regulasi terhadap ruang untuk melakukan tahapan-tahapan yang dilakukan peserta pilpres dan pileg seperti kampanye terbuka.

Semua ini dalam rangka mencerdaskan pemilih untuk menentukan pilihannya. Sehingga ini termasuk pendidikan politik yang dilakukan oleh peserta pemilu.
Lebih dari itu untuk mewujudkan pemilu yang damai diperlukan kesukarelaan warga negara untuk membangun kesamaan ini,” tuturnya.

Kini juga telah terbentuk relawan demokrasi di 35 kab/kota se Jateng. Relawan ini dari bermacam komunitas dalam rangka membangun kesukarelaan.

Dari beberpa komunitas yang kami temui, kata Diana, seperti warga aboge di Wonosobo ternyata mereka juga tidak ada gesekan dalam perbedaan pilihan.

Yuwanto dari fisip Undip mengatakan, untuk mewujudkan kampanye damai dan pendidikan politik kita tidak bisa menggantungkan dari lembaga yang terkait seperti KPU dan Bawaslu saja. Tapi diperlukan juga kesadaran elit politik untuk membangun pendidikan politik bagi masayarakat.

Kini justru yang terjadi seolah-olah negara ini dalam ancaman asing sehingga melemahkan pertahanan dan keamanan. Sehingga ini menjadi preseden buruk bagi kelangsungan bernegara. Karena tidak memberikan semangat bagi warga negara untuk membangun negaranya.

“Pemilu hanya memilih pimpinan dalam masa bhakti tertentu secara periodic. Dan ini hal biasa dalam kelangsungan bernegara. Ibarat kita mengganti pampers, kalau sudah tidak berfungsi ya diganti saja,” tukasnya.

Kini yang diperlukan peran elit politik sendiri untuk menjadikan tantangan agar menjadikan pilpres dan pileg berlangsung penuh kedamaian.

Selain itu aturan yang sudah disepakti bersama harua dijunjung tinggi. Jika memang ada pelanggaran harua ditindak tegas,” ungkapnya.

Sementara dari Bawaslu Jateng mengatakan, untuk pesta demokrasi yang penuh kedamaian ada tiga indikator. Pertama kepada seluruh jajaran ASN dan Kades harus netral. Kedua, mendorong kampanye dengan menggunakan etika. Artinya memenuhi regulasi di lapangan dan harus dijunjung tinggi. Ketiga, dipastikan seluruh peserta pemilu tidak menggunakan politik uang.

Diakuinya, walau aturan itu sudah ada namun tidak dipungkiri pelanggaran masih saja terjadi. Di Jateng sendiri, bagi peserta pemilu yang melakukan pelanggaran kami sudah mengenakan tindakan sesuai aturan yang ada. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *