164 views

DPRD Pesibar Kunker Ke BNPB

Lampung (MA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah( DPRD ) Kabupaten Pesisir Barat,melalui Komisi 1 melakukan Kunjungan Kerja ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) pusat pada Rabu,(27/3/2019).

Dalam kunjungan kerja DPRD Pesibar kali ini di sambut oleh salah satu Kasubdit di BNPB yaitu Eni dan staf Suratman yang ditugaskan menjadi notulen rapat dengan Anggota DPRD Pesibar.

Dalam kegiatan tersebut diawali dengan perkenalan seluruh anggota Komisi I yang disampaikan oleh Sekretaris Komisi I Ahmad Husaini, mulai dari Ketua Komisi I, Elizawati, dan diikuti anggota komisi yakni Ali Yudiem, Mega Mustika, Sri Suyanti, Asnawi Zein, dan Wahyu Nurbaeti.
Dalam momen itu juga Komisi I memaparkan kondisi Pesibar seperti potensi kekayaan alam yang terkandung dan potensi bencana alam.

Sementara itu, Eni yang mewakili dari BNPB memberikan beberapa poin masukan terkait pencegahan bencana yang bisa dilakukan saat masa kampanye. “Sebaiknya banner dan baliho para caleg diberikan kuote yang menarik dan mengedukasi masyarakat, dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan seperti jangan pernah takut dengan bencana, disini area rawan banjir, mari kita jaga lingkungan,” papar Eni.

Dikatakannya, pada 26 April mendatang merupakan hari kesiapsiagaan bencana nasional. Karenanya Eni meminta agar bisa membunyikan alarm secara diam-diam, guna melihat respon masyarakat terhadap kejadian bencana. “Namun sebelumnya harus pula dikondisikan lokasi evakuasi masyarakat dan pemberi komando,” jelasnya.

Eni juga menjelaskan terkait program Desa Tangguh Bencana (Destana). Mengingat kondisi wilayah Pesibar yang rawan bencana, karenanya program itu harus dilaksanakan oleh Pemkab Pesibar untuk memberikan pengetahuan yang luas kepada masyarakat. “Pemkab juga sebaiknya membangun Sekolah Aman Bencana (SMAB), untuk memberikan edukasi dini kepada masyarakat tentang penanganan bencana,” pinta Eni.

Eni pun mengakhiri penyampaiannya dengan memberikan sarannya kepada jajaran DPRD Pesibar, untuk segera melangsungkan hearing dengan pihak BMKG guna kepentingan informasi dan penjelasan ancaman yang bisa terjadi dalam beberapa bulan kedepan terkait sesar semako di Kabupaten Manna Provinsi Bengkulu. “BMKG mampu memprediksi ancaman yang bisa terjadi hingga tiga bulan kedepan, tentu itu sangat membantu pemerintah dalam mencegah dampak bencana.(rls/del)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *