119 views

KABAR PROBOLINGGO : Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu Tahun 2019 Kota Probolinggo

Probolinggo, MA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar Apel Patroli pengawasan Anti Politik Uang Pemilu Tahun 2019 di Kota Probolinggo. (12-04-2019).

Kegiatan patroli pertama ini ditandai dengan apel di Alun-Alun Kota Probolinggo. Bertindak sebagai pembina apel adalah Azam Fikri SE (Ketua Bawaslu Kota Probolinggo) serta Komandan Apel adalah Lukman Efendi (Panwascam Mayangan) yang dihadiri 690 orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Probolinggo Ir. H. Soufis Subri, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo SE, M.I. Pol, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal,SH,SIK,MH, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Azam Fikri SE, Komisioner Divisi SDM, organisasi data & informasi Bawaslu Kota Probolinggo Sdri Ilmiah, S.Sos, Msi, Komisioner Bawaslu Kota Probolinggo divisi hukum Samsun Ninilaow, SH, Pengurus Partai Politik peserta Pemilu Tahun 2019 Se-Kota Probolinggo, para Panwascam & PPL serta PTPS Se-Kota Probolinggo.

Adapun kekuatan apel 128 orang (Panwascam + PPL + PTPS Se-Kademangan).168 orang (Panwascam + PPL + PTPS Se-Kanigaran).179 orang (Panwascam + PPL + PTPS Se-Mayangan).109 orang (Panwascam + PPL + PTPS Se-Wonoasih).106 orang (Panwascam + PPL + PTPS Se-Kedupok).

Dalam apel itu Azam Fikri SE (Ketua Bawaslu Kota Probolinggo) menyampaikan pelaksanaan Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu Tahun 2019 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia berdasarkan instruksi dari Bawaslu RI nomor : 0711/K.Bawaslu/PM.01.00/03/2019.

Dalam amanatnya Azam Fikri mengingatkan jajaran pengawas pemilihan umum 2019 untuk menjaga integritas serta meningkatkan kinerja pada masa tenang.

“Masa tenang pemilu itu waktu yang krusial. Banyak pelanggaran yang malah terjadi pada masa tenang ini. Untuk itu saya minta jajarannya untuk meningkatkan pengawasan karena Seluruh Panwaslu kelurahan dan pengawas TPS adalah garda terdepan pengawasan.” kata Azam Fikri SE(Ketua Bawaslu Kota Probolinggo)

Ia juga menekankan agar seluruh jajaran pengawas selalu waspada terhadap potensi terjadinya politik uang, penyebaran berita bohong dan berunsur SARA.

“Praktik praktik seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa. Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk mempengaruhi pilihan masyarakat pemilih.

Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan.

Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak. Tidak hanya saat masa tenang. Saat hari pencoblosan nanti juga harus waspada terhadap pelanggaran itu,” kata Azzam

Kegiatan Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang Pemilu Tahun 2019 diakhiri dengan pembacaan doa dan selesai acara dilanjutkan konvoi keliling kota Probolinggo.

Selesai kegiatan apel patroli pengawasan politik uang. Dandim 0820/Probolinggo letkol Inf Imam Wibowo sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Pemilihan umum adalah pesta demokrasi yang patut dirayakan dengan penuh sukacita, damai, dan rasa kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang beradab. Tinggal empat hari lagi kita akan memasuki puncak perayaan Pemilu 2019.

Tepatnya pada tanggal 17 April seluruh anak bangsa yang berhak memilih akan menggunakan hak pilihnya. Pemilu kali ini merupakan pengalaman baru bagi kita, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemiluan di Indonesia, anggota Dewan Perwakilan Rakyat,anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah akan dipilih secara serentak.

Kita telah melakukan berbagai upaya serius guna mengakselerasi kesiapan dan kematangan seluruh jajaran dalam mengamankan dan mengawal setiap tahapan pemilu, termasuk menyiapkan pengamanan penyelenggaraan pengawasan masa tenang, hari pungut hitung dan rekapitulasi serta kesiapan penanganan potensi sengketa proses pemilu.

Sebab tugas mengamankan dan mengawal pemilu aman damai dan sejuk adalah panggilan mulia yang harus kita jaga dengan baik.

Karena itu sudah sepatutnya pula kita meminta pertolongan Tuhan, agar kita dikuatkan dan dimampukan untuk menunaikan panggilan tugas ini dengan baik, hingga pada saatnya nanti seluruh jajaran dapat mempertanggung jawabkan amanah ini dihadapan Tuhan dan seluruh rakyat Indonesia. Pungkas Dandim 0820/Probolinggo kepada awak media.(Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *