146 views

KABAR PROBOLINGGO : Pemkab Gelar Talkshow Ketentuan Di Bidang Cukai

Probolinggo, MA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA menggelar talkshow all about excise ketentuan di bidang cukai dan deklarasi stop rokok ilegal di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (11/4/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari Kepolisian Resort Probolinggo beserta jajarannya, Komando Distrik Militer (Kodim) 0820 Probolinggo beserta jajarannya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pengelola DBHCHT dan PNS di lingkungan Kabupaten Probolinggo.

Sebagai narasumber hadir anggota Komisi VIII DPR RI Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Probolinggo RM. Agus Ekawidjaja, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto serta Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Santoso.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan penghargaan dari Bupati Probolinggo terhadap kontribusi pabrik rokok tentang penerimaan negara tentang cukai dan penghargaan kepada 3 (tiga) kecamatan terbaik yang sudah melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai.

Untuk penghargaan kepada kontribusi pabrik rokok tentang penerimaan negara tentang cukai diberikan kepada PT HM Sampoerna, Tbk dan PT Gudang Garam Tbk. Sementara untuk penghargaan kepada kecamatan diberikan kepada Kecamatan Pakuniran sebagai kecamatan terinisiatif, Kecamatan Paiton sebagai kecamatan terinteraktif dan Kecamatan Kuripan sebagai kecamatan terantusias.

Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Probolinggo Santoso mengungkapkan maksud kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan bahwasannya cukai sebagai pungutan yang dikenakan kepada masyarakat yang mana barang-barangnya perlu mendapatkan pengawasan peredarannya.

“Selain itu mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya cukai terutama cukai rokok untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Probolinggo RM. Agus Ekawidjaja menyampaikan bahwa Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai bertugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang Kepabeanan dan Cukai berdasarkan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh menteri dan mengamankan kebijaksanaan pemerintah yang berkaitan dengan lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean dan pemungutan bea masuk dan cukai serta pungutan negara lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ada 4 (empat) meliputi industrial assistance, trade fasilitator, community protector dan revenue collector,” ujarnya.

Menurut Agus, pembangunan industri di Kabupaten Probolinggo sangat cerah ke depan. Apalagi ruas jalan tol sudah sampai di Probolinggo serta sudah adanya kereta api dan pelabuhan. Sarana yang ada ini telah mencukupi untuk mengembangkan industri di Kabupaten Probolinggo. “Harapan kami ada produk lokal dari Kabupaten Probolinggo yang bisa diekspor ke luar. Insya Allah kami akan siap membantu memfasilitasi,” jelasnya.

Agus meminta agar semua elemen masyarakat untuk bersama-sama bisa mengkampanyekan agar masyarakat tidak mengkonsumsi rokok ilegal. Hal ini tentunya sangat penting terlebih kami ditargetkan dari bea dan cukai sebesar Rp 208,82 triliun. Jumlah tersebut terbagi dalam cukai sebesar Rp 165,5 triliun, bea masuk sebesar Rp 38,90 triliun dan bea keluar sebesar Rp 4,42 triliun. Artinya, dari perolehan cukai sangat besar sekali.

“Keberhasilan kami sangat tergantung dari peran serta Bapak dan Ibu. Mari berkoordinasi dalam beredarnya rokok ilegal. Selama ini pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, tinggal menumbuhkan iklim investasi di Kabupaten Probolinggo. Kami menghimbau agar bisa menjadi agen-agen stop rokok ilegal,” tegasnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau merupakan salah satu komponen sumber dana yang dapat dimanfaatkan dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo agar mampu menyediakan lapangan kerja serta melaksanakan pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat untuk menumbuhkan wirausaha baru.

“Selain itu, sebagai kegiatan alih profesi bagi buruh pabrik rokok yang sudah gulung tikar, penguatan ekonomi masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui bantuan sarana produksi agar kedepannya masyarakat tetap survive menghadapi situasi yang terjadi. Disamping itu optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam hal pengentasan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Menurut Anung, pelaksanaan Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau di Kabupaten Probolinggo di tahun anggaran 2018 dikelola oleh 17 OPD dengan total anggaran Rp 53.073.904.396 dan realisasi penyerapan sebesar Rp 49.544.068.987 atau 93,35%. “Untuk tahun anggaran 2019 Kabupaten Probolinggo mendapatkan anggaran dengan total Rp 54.968.306.000 sehingga mendapatkan kenaikan anggaran sebesar 0,04%,” jelasnya.

Anung mengharapkan agar kegiatan ini dapat menyamakan persepsi dalam memandang ketentuan, kebijakan maupun implementasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau agar terdapat kesepahaman dan langkah sehingga tercipta sinergi dalam pengimplementasian kegiatan yang didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau.

“Kemudian dapat terlaksananya program/kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Probolinggo secara optimal serta dalam pengimplementasian program/kegiatan tersebut lebih tepat sasaran sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 222 Tahun 2017,” terangnya.

Lebih lanjut Anung mengharapkan untuk program/kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau agar dapat berjalan lebih baik lagi di tahun 2019. “Serta dapat memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.(Senopati)

Sumber berita : probolinggokab.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *