121 views

KABAR SEMARANG : HUT ke 472 Kota Semarang, Kemacetan Perlu Solusi

SEMARANG, MA –

Menginjak usianya ke 472 yang jatuh pada 2 Mei, Pemerintah Kota Semarang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan di berbagai bidang. Dari pelayanan OPD, perijinan, infrastruktur, dan lain-lain. Hingga penghargaan di berbagai bidang berturut-turut diraihnya.

Dengan slogan “Semarang Hebat” kini Kota Semarang mengejar untuk menyandingkan sejajar dengan kota Metropolitan lainnya. Sehingga ini menjadi harapan Pemkot dan masyarakat Semarang untuk mewujudnya ini semua.

Seperti yang sering dikatakan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi disetiap kesempatan bahwa untuk membangun Semarang, pemkot Semarang butuh kepanjangan tangan dari unsur masyarakat baik dari LSM dan Ormas. Sehingga ada masukan timbal balik untuk kemajuan kota Semarang.

Sementara bagaimana tanggapan masyarakat kota Semarang khususnya di bidang lalu lintas dalam peringatan HUT ke-472 ini .

Fajar (pegawai pemerintah)

Dia mengatakan, sebagai pekerja yang tiap hari melintas di jalanan kota Semarang, secara umum lalu lintas di kota Semarang sudah baik.
Cuman kini kemacetan mulai merambah kota Semarang. Kini pemandangan macet sering kita jumpai dimana-mana. Apalagi jam sibuk macet bukan hal baru lagi.

Menurut Fajar, kalau dulu titik macet di tempat tertentu seperti krapyak tepatnya pintu keluar tol. Karena tempat tersebut pertemuan dari arah kalibanteng dan arah barat.

Selain itu ada di Jatingaleh juga tempat pertemuan keluarnya tol dan dari arah gombel dan tanah putih sehingga terjadi kemacetan.
Kini setelah ke dua tempat tersebut dibangun jalan layang barulah kemacetan mulai terurai.
Kini setiap jumat dan sabtu penumpukan kemacetan juga terjadi di taman Diponegoro, dimana taman tersebut sebagai pertemuan ruas empat jalur dari arah S.Parman, Wiliam Booth, Akpol dan Simpang lima sehingga tempat tersebut jika siang dan sore selalu macet.

Padahal jalan dari S Parman sudah dilebarkan namun kenyataan masih terjadi kemacetan.
Sebagai warga Kota Semarang, kami berharap pemkot Semarang bisa mencari solusi untuk memecahkan permasalahan ini.

Diakui Fajar, bahwa kemacetan terjadi karena selain bertambahnya kendaraan baru juga karena lebar jalan yang stagnan.

Untuk infrastruktur jalan sendiri, kini hampir jalan di Kota Semarang baik yang ada di protokol maupun di kampung secara merata sudah bagus semua. Sehingga ini juga mempengaruhi kelancaran transportasi dampaknya meningkatkan nilai ekonomi. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *