127 views

KABAR PASURUAN : 8 Kecamatan Terendam Banjir, Pemkab Pasuruan Siapkan Ribuan Nasi Bungkus Dan Bangun Dapur Umum

Pasuruan, MA – Intensitas hujan deras yang terjadi selama berjam-jam pada Minggu (28/04/2019) malam, membuat 8 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir.

Bahkan, hingga berita ini dibuat, jumlah pemukiman maupun fasilitas umum yang terendam masih banyak.

Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pasuruan, Bekti Jati Permana menjelaskan, kedelapan kecamatan terdampak banjir diantaranya Gempol, Bangil, Kraton, Rembang, Rejoso, Gondangwetan, Grati dan Winongan.

“Hujan deras sejak semalam membuat hampir seluruh wilayah di Kabupaten Pasuruan, mulai wilayah barat, tengah, hingga timur digenang banjir,” kata Bekti di sela-sela membantu evakuasi warga terdampak di Kecamatan Rejoso.

Bakti mengatakan, banjir rata-rata menggenang wilayah mulai Gempol, Bangil, Kraton, Rembang, Rejoso, Gondangwetan, Grati dan Winongan. Hanya saja, dari 8 kecamatan, yang paling parah adalah Kraton, dimana air banjir meluber hingga ke jalan raya dengan ketinggian 1,5 meter.

“Untuk wilayah selatan sudah surut, kini mengarah ke bagian utara,tapi yang paling pariah memang Kraton, karena sampai ke jalan pantura dengan ketinggian 1,5 meter,” imbuhnya.

Baru sekitar pukul 12.00 WIB, jalan raya kraton-tambakrejo sudah bisa dilewati semua kendaraan, lantaran air sudah mulai surut. Bekti mengatakan, Pemkab Pasuruan telah menyiapkan ribuan nasi bungkus, baik melalui Dinas Sosial, PMI (Palang Merah Indonesia) maupun dapur umum yang dibangun di beberapa wilayah terdampak.

“PMI ada 1000 nasi bungkus, begitu pula Dinas Sosial sudah memberikan 500 bungkus, ada juga beberapa desa yang mendirikan dapur umum, seperti di Winongan, Rejoso dan Grati,” jelasnya kepada Suara Pasuruan.

Selain bantuan nasi bungkus, Pemkab Pasuruan juga siap memberikan Pertolongan, Penyelamatan Evakuasi (PPE) kepada warga terdampak banjir. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam banjir kali ini.

“Alhamdulillah tidak ada laporan korban meninggal dunia akibat terseret arus banjir,” pungkasnya.

Sementara itu, derasnya hujan juga mengakibatkan tanah longsor di wilayah Tosari, tepatnya di Desa Baledono. Namun demikian, longsoran tebing di Tosari, berangsur-angsur sudah mulai dibersihkan. Sejumlah alat berat telah dikerahkan sejak Senin (29/4/2019) pagi tadi. Warga pun ramai-ramai bergotong royong melakukan pembersihan agar jalan dapat dilalui kembali.(Mahaputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *