114 views

KABAR PROBOLINGGO : Festival Kopi Sebagai Media Edukasi Masyarakat

Probolinggo, MA – Peluang usaha pada bisnis kopi semakin terbuka lebar dan selalu menjanjikan manisnya keuntungan bagi siapapun yang ingin mengembangkannya. Kuncinya adalah berani, kreatif dan mau selalu belajar tentang perkembangan ilmu kopi yang sangat dinamis.

Hal ini disampaikan Zulmi Noor Hasani, Ketua Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo disela-sela kesibukannya mengawal pelaksanaan Festival Kopi 2019 Kabupaten Probolinggo.

Sebagai seorang pengusaha kopi yang sudah cukup berpengalaman dalam perhilir mudikan perjalanan kopi nusantara, Zulmi berpendapat untuk menciptakan peluang usaha dan keuntungan pada komoditas kopi, sebelumnya masyarakat selaku konsumen dan pelaku bisnis kopi di hilir harus teredukasi dulu dengan baik.

“Kegiatan Festival Kopi merupakan sarana efektif dalam hal ini, selain didalamnya juga ada transfer wawasan tentang kopi dari pihak-pihak yang kompeten, disini juga diadakan lomba-lomba untuk meningkatkan skill para barista atau penyeduh kopi,” ungkap mas Zulmi, sapaan karib pengusaha muda berwajah flamboyan ini.

Zulmi mengemukakan, kemasan Festival Kopi Tahun 2019 Kabupaten Probolinggo saat ini berbeda dengan sebelumnya. Setelah mengangkat para petani kopi yang berada di hulu, konsep festival kali ini adalah untuk mengangkat para pengusaha kopi di hilir, karena edukasi paling dekat terhadap masyarakat adalah dari hilir. Oleh karena itu pada Festival Kopi kali ini diisi para pelaku usaha kopi seperti pemilik kedai kopi dan penjual kopi eceran.

Menurut pengamatannya selama dua tahun terakhir, ada lonjakan anemo dan antusias masyarakat yang terlihat pada Festival Kopi kali ini. Hal ini dikarenakan masyarakat Kabupaten Probolinggo sebelumnya sudah teredukasi dengan baik. “Masyarakat kini sudah paham bagaimana kopi yang berkualitas dan seperti apa kompleksnya proses dan kegiatan yang diperlukan petani demi mendapatkan kopi yang berkualitas,” terangnya.

Baik pada Festival Kopi yang pertama dan kedua saat ini, suasana selalu meriah dengan aktivitas pengunjung stand. Tidak hanya sekedar mencicipi secangkir kopi, tetapi juga memborong produk olahan kopi dalam kemasan untuk kemudian dinikmatinya di rumah bersama keluarga.

“Sebelumnya masyarakat awam akan sangat kaget dengan harga satu cup kecil kopi Arabika atau Robusta dan akan membandingkannya dengan kopi pabrikan yang jauh lebih murah. Kini mereka akan dengan senang hati membayar kopinya, karena mereka tahu bahwa yang sedang dinikmatinya itu adalah kopi berkualitas,” terangnya.

Lebih lanjut penghobi sepeda sport ini menerangkan bahwa untuk tahun ini HIPMI bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait mengupayakan dua kegiatan edukasi masyarakat. Setelah Festival Kopi 2019, kemudian akan dilanjutkan “Festival Petik Merah” yang rencananya diadakan pada bulan Juni mendatang langsung di kebun kopi.

“Jadi festival selanjutnya adalah untuk mengedukasi masyarakat agar juga mengetahui secara langsung bagaimana proses kopi yang baik sejak petik di kebun. Untuk hal ini kami sudah menjalin kerja sama dengan PTPN XII dan Puslitkoka Jember,” tuturnya.

Zulmi menambahkan salah satu tujuan utama yang ingin dicapai melalui festival kopi kali ini adalah agar para pelaku bisnis kopi senantiasa semangat dan kreatif dalam mengulik kopinya. “Kreatifitas dalam menjalankan bisnis kopi juga sangat penting, bahkan seorang tengkulak pun tidak bisa dengan hanya ditunjang modal yang cukup tapi juga harus ditunjang dengan pemahaman luas tentang ilmu kopi,” pungkasnya.(Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *