111 views

KABAR PROBOLINGGO : Semarak Festival Kopi Jilid II Di Alun-Alun Kota Kraksaan

Probolinggo, MA – Festival Kopi Kabupaten Probolinggo Jilid II yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo di Alun-alun Kota Kraksaan, Jum’at hingga Minggu (26-28/4/2019) berlangsung semarak dan meriah.

Festival Kopi Jilid II yang mengambil tema “Mengindonesiakan Kopi Probolinggo” ini diikuti oleh petani kopi Probolinggo, pelaku usaha kopi di Jawa Timur dan Nusantara, instansi pemerintahan, Asosiasi/Organisasi Kopi di Indonesia, industri pengolah kopi, Roastery, kuliner/UMKM Kabupaten Probolinggo serta café/kedai/warung kopi dengan target pengunjung sebanyak 1.000 orang pengunjung.

Malam penutupan Festival Kopi Jilid II tahun 2019, Minggu (28/4/2019) ini dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto bersama sejumlah pejabat organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Probolinggo, petugas dari PTPN XII Surabaya, Balai Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, Ketua Dewan Pembina HIPMI Kabupaten Probolinggo Zulmi Noor Hasani dan Ketua PC HIPMI Kabupaten Probolinggo Intan Cahya Kurnia Sari.

Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi mengungkapkan Kabupaten Probolinggo memiliki perkebunan kopi rakyat yang menghasikan empat varian kopi yaitu Arabika, Robusta, Liberika, Ekselsa. Berdasarkan data BPS Kabupaten Probolinggo Tahun 2015 untuk area kebun kopi arabika seluas 1.187,49 hektar dengan produksi 97,61 ton dan kebun kopi robusta seluas 3.039,85 hektar dengan produksi sebesar 1.204,63 ton.

“Terdapat enam kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Probolinggo. Meliputi, Tiris, Krucil, Pakuniran, Sumber, Sukapura dan Lumbang. Semua daerah penghasil kopi di Kabupaten Probolinggo ini berasal dari dua karakteristik pegunungan yaitu pegunungan Tengger dan Argopuro. Tentunya kopi yang dihasilkan memilki cita rasa yang khas sesuai dengan karakteristik daerahnya,” ungkapnya.

Menurut Mahbub, Festival Kopi Kabupaten Probolinggo yang pertama memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat pelaku usaha kopi baik hulu dan hilir.

“Festival Kopi Kabupaten Probolinggo jilid 2 ini merupakan lanjutan Festival Kopi Kabupaten Probolinggo pertama yang bertujuan sebagai sarana promosi, edukasi dan budaya sehingga meningkatnya perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo pada sektor pertanian,”jelasnya.

Mahbub berharap Festival Kopi ini dapat memberikan education tarhadap masyarakat utamanya para petani kopi tentang bagaimana menanam, merawat dan memanen kopi dengan baik sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas.

“Selain itu, secara pemasaran, kegiatan Festival Kopi ini diharapkan menjadi ajang promosi bagi hasil kopi khususnya di Kabupaten Probolinggo sehingga nantinya mampu bersaing dengan kopi-kopi dari daerah lain di Nusantara yang pada akhinya akan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan seiring dengan perubahan jaman sehingga mendorong perubahan gaya hidup pada masyarakat, kopi yang tadinya hanya menjadi konsumsi minuman pendamping pisang goreng oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah namun sekarang kopi dengan pengolahannya yang baik telah mampu hadir di tengah-tengah masyarakat elite.

“Hal ini yang kemudian memaksa kita untuk terus melakukan inovasi, bagaimana agar kopi Kabupaten Probolinggo ini mampu untuk dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia, sebagaimana tema Festival Kopi Mengindonesiakan Kopi Probolinggo,” katanya.

Anung menerangkan dengan hasil pertanian kopi di Kabupaten Probolinggo harapannya kopi bisa dijadikan sebagai identitas Kabupaten Probolinggo. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan kerja sama yang baik antara OPD terkait yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam hal pemberian pelatihan bagaimana cara menanam, merawat dan memanen kopi dengan baik sehingga menghasilkan kopi yang berkualitas, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam hal pengembangan usaha hasil kopi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam hal pengemasan dan promosi kopi. Sinergi juga dilakukan bersama para pelaku usaha kopi dan organisasi/asosiasi kopi yang ada.

“Ajang Festival Kopi ini diharapkan mampu menjadi ajang edukasi bagi para petani kopi dan pelaku usaha kopi di Kabupaten Probolinggo sehingga mampu meningkatkan kreatifitas untuk terus berinovasi mengenai bagaimana cara agar kopi di Kabupaten Probolinggo ini bisa dikenal di seluruh Indonesia. Selain itu, diharapkan agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan dan hadiah bagi peserta Pameran Expo Pembangunan Visit To Kraksaan dan Festival Kopi Jilid II Tahun 2019. Penyerahan hadiah Cete Rokok, juara 1 Edy Dwi, juara 2 Setya Kurniawan dan juara 3 Daday. Selanjutnya stand kopi terbaik diberikan kepada Sikomo (Si Kopi Motor). Kemudian Lomba Fun Cupping, pemenang lomba Fun Cupping Robusta diraih Tegar Coffe dan pemenang lomba Fun Arabica diraih Genggong Coffe.

Diserahkan pula hadiah kepada pemenang lomba V60, juara 1 diraih Rofa Ainul Yaqin dari Kabupaten Probolinggo, juara 2 diraih Rosalinda dari Kabupaten Probolinggo dan juara 3 diraih Maulana Muzayi dari Kabupaten Lumajang. Terakhir penghargaan kepada stand terbaik UMKM diraih oleh Plaza Mamin serta stand terbaik OPD diraih oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Probolinggo.(Senopati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *