115 views

KABAR PASURUAN : Ciduk 9 PSK, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Beri Pendampingan Psikologis

Pasuruan, MA – Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah, Satpol PP Kabupaten Pasuruan kembali menggrebek beberapa wisma di wilayah Prigen, Sabtu (27/04/2019) malam. Dan hasilnya, 9 PSK (penjajah seks komersial) yang rata-rata masih belia, berhasil diamankan petugas.

Kesembilan PSK yang terciduk petugas itu berasal dari luar Pasuruan. Diantaranya JW (33) yang mengaku sebagai pembantu dari Malang; AN (18) dari Malang; DM (26) dari Banyuwangi ; RM (19) dari Bojonegoro; HR (20) dari Kota Banjar; KN (21) dari Banyumas; dan OV (21) dari Banyumas.

Ajar Dollar, Kasi Ops Pol PP Kabupaten Pasuruan, mengatakan, razia yang dilakukan tidak lagi tengah malam, melainkan setelah sholat magrib sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas pun disebar memasuki Wisma Jayadi, Bogang, dan Darmik yang berada di Gang Sono Prigen.

“Dan wisma-wisma lainnya di Pesanggrahan, Watu adem Tutup, sudah tau ada razia,” katanya.

Saat razia, keadaan di wisma tersebut terbilang sepi. Namun sudah ada tamu yang menunggu untuk dilayani.

“Para PSK kebingungan, dan jarang terjadi petugas datang lebih awal, para tamu juga masih sepi. Ada 6 calon pengguna jasa sedang berdiri di depan ketiga wisma tersebut,” tambahnya.

Setelah diamankan beberapa saat di Satpol PP, semua PSK tersebut dipindahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Di sana, mereka ditempatkan di Rumah Singgah untuk mengikuti serangkaian assestmen atau penelusuran data para tuna susila tersebut.

Gunawan Wicaksono selaku Plt Kepala Dinas SosiaL Kabupaten Pasuruan menegaskan, selama 3 hari berada di rumah singgah, para PSK tersebut akan diberikan pendampingan. Utamanya untuk mengembalikan mental dan moral mereka yang selama ini melakukan hal yang dilarang oleh agama.

“Kita ingin mereka sadar sehingga tidak kembali ke lembah hitam atau pelacuran. Sangat disayangkan karena ada yang dua kali ditangkap, tapi masih ketawa ketiwi. Itu khan agak bandel, dalam artian belum paham bahwa yang mereka lakukan itu sangat berdosa. Dan efek nya bisa panjang, karena bisa terkena HIV AIDS,” ucapnya, di sela-sela mengawasi assestmen para PSK di Rumah Singgah, Selasa (30/4/2019).

Tak hanya pendampingan, selama 3 hari pihaknya juga memberikan pembinaan keterampilan. Harapannya, pasca dikembalikan ke keluarganya, para PSK tersebut lebih memilih bekerja daripada menjual kemolekan tubuhnya.

“Sebenarnya ada yang sempat menjadi penjaga toko, tapi ternyata balik lagi. Maka dari itu, kita beri semangat lagi supaya bekerja daripada menjual diri mereka,” imbuhnya.(Mahaputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *