120 views

KABAR PROBOLINGGO : Gerak JHAPRI Di Persembahkan Dispenduk Capil Untuk Warga Kota Probolinggo

Probolinggo, MA – Demi meningkatkan cakupan akta kelahiran di Kota Probolinggo, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) terus berupaya melakukan terobosan baru untuk masyarakat Kota Probolinggo terkait pelayanan administrasi. Bertempatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kedupok pagi ini (30/4/19), meresmikan gerak ‘’JHAPRI’’ yakni gerakan Akta untuk Jaminan Hak Anak dan Perempuan Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo, para camat, perwakilan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan, perwakilan Ibu-Ibu Bayangkari, dan Perwakilan Ibu-Ibu Persit Kartika Chandra. Pada kesempatan ini, Dispendukcapil Kota Probolinggo juga menggandeng Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo dalam mensukseskan Gerak JHAPRI.

Serangkaian pra acara dibuka dengan unjuk kebolehan dari SD Katolik Materdai dengan menampilkan tari-tarian dan paduan suara yang telah mendapatkan juara di Tingkat Jawa Timur, serta dimeriahkan pula dengan bazar produk-produk UMKM.

Kegiatan ini sekaligus untuk mensosialisasikan Percepatan Kepemilikan Dokumen Akta Pencatatan Sipil bagi masyarakat Kota Probolinggo dengan menggandeng narasumber Nashaaihuddin Ahmad selaku Kasie Bimas Islam dari Kemenag.

Mewakili Wali Kota Probolinggo, Gogol Sudjarwo selaku Asisten Pemerintahan dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan dasar regulasi Undang-Undang Nomer 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, sebagai bentuk pengakuan negara terhadap warganya, setiap penduduk diberikan identitas tunggal berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) tunggal yang tercantum dalam Kartu Keluarga dan KTP-El guna menjamin hak sipil suatu warga melalui kepemilikan dokumen penting atas kepemilikan akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, akta penceraian, akta pengakuan dan akta pengesahan anak ini harus tercatat secara lengkap, benar dan ter-update.

“’Saat ini masih cukup banyak kejadian perkawinan yang tidak tercatat seperti nikah sirih, hal ini tentunya akan mendatangkan masalah dikemudian hari terkait kurang terjaminnya hak keperdataan seorang istri dan anak yang dilahirkan,’’ jelas Gogol.

Pada kesempatan itu, Gogol Sudjarwo mengajak segenap pemangku kepentingan dan para hadirin untuk sama-sama mendukung Gerakan Akta untuk Jamin Hak Anak dan Perempuan Indonesia (Gerak Jhapri). ‘’Khususnya kepada mitra saya, dari kantor Kementrian Agama Kota Probolinggo untuk berpartisipasi aktif melalui sosialisi ini, terkait penyusunan regulasi dan kegiatan lainnya untuk menurunkan jumlah perkawinan yang tidak tercatat,’’ jelasnya.

Dengan menggandeng Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo beserta jejaringnya, diharapkan untuk dapat menyebarkan informasi sekaligus menjadi fasilitator untuk masyarakat sekitar agar segera memiliki dokumen administrasi dan pencatatan sipil yang benar dan lengkap, agar hak sipil perempuan dan anakpun terjamin.

Dengan bantuan dari Tim Penggerak PKK ini dapat secara maksimal dalam mensukseskan aksi ‘’Gerak Jhapri’’ di Kota Probolinggo, dengan beberapa agenda yang dimiliki bersama dengan kelompok pengajian, kelompok usaha, dasa wisma dan sebagainya, dapat menyebarkan secara luas dalam penyebaran informasi ini.

“Kelompok perempuan menjadi sasaran strategis dalam mensukseskan Gerak JHAPRI ini karena perempuan secara psikologi memiliki kepedulian dan ketelatenan yang lebih baik dalam mengurus dan melengkapi dokumen.’’tuturnya. (Mahaputra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *